Sosbud

LPBI NU Bekerjasama dengan Childfund berikan Bantuan Cleaning Kits untuk Masyarakat Terdampak di Pasigala

×

LPBI NU Bekerjasama dengan Childfund berikan Bantuan Cleaning Kits untuk Masyarakat Terdampak di Pasigala

Sebarkan artikel ini
IMG 20190216 WA0077

JAKARTA, Limadetik.com — NU Peduli melalui LPBI NU bekerja sama dengan ChildFund memberikan bantuan cleaning kits kepada masyarakat terdampak di PaSiGala.

Sekretaris LPBI NU Yayah Ruchyati mengatakan, sebelumnya LPBI NU dengan ChildFund juga sudah melaksanakan layanan dukungan psikososial dengan membuat Pondok Ramah Anak (PRA) dan pemberian family kits.

“Kami menyadari bahwa periode pelaksanaan program dukungan psikososial kerjasama LPBI NU – ChildFund Indonesia hanya akan berlangsung sampai April 2019, dimana sebelumnya kami (LPBI NU, red) pernah mengadakan kegiatan serupa” kata Yayah, melalui pesan Whatsapp nya, Sabtu (16/2/2019).

Ditambahkan, terkait hal tersebut, LPBI NU akan mencari alternatif agar kegiatan anak-anak di PRA tetap berlangsung. Salah satu hal yang dilakukan adalah melakukan sinergi dengan lembaga terkait dari pemerintah setempat.

“Pihak LPBI NU terus berupaya mencari terobosan dan membangun komunikasi dengan pihak-pihak sekiranya bisa diajak bersinergi, baik lembaga maupun pemerintah” imbunya.

Teteh Yayah panggilan akrab Sekretaris LPBI NU tersebut menjelaskan, Selama satu minggu ini distribusi ke beberapa titik yang ada Pondok Ramah Anak nya, “Jadi anaknya selain mendapat LDP (Layanan Dukungan Psikososial) juga mendapatkan schooll kits, sementara orang tuanya mendapat cleaning kits utk membersihkan rumah atau tenda tenda mereka” urainya.

Saat ini menurut Yayah, yang sudah terdistribusi sudah ada beberapa lokasi, diantaranya ;

1.Desa Lolu Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

2.Kel. Tipo Kota Palu.

3.Kel. Ulujadi Kota Palu.

4.Kel Petobo Kecamatan Palu Selatan.

5.Desa Lendentovea Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

6.Sibalaya Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi.

“Selain ke 6 tempat yang dimaksud di atas, masih ada beberapa desa yang sudah masuk daftar antrian distribusi” pungkasnya. (yd/LPBI NU)