Scroll Untuk Membaca Artikel
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Menyulap Etika Menjadi Keahlian: Penerapan Nilai Moral & Public Speaking di Yayasan Akhlaqul Karimah

×

Mahasiswa PMM UMM Menyulap Etika Menjadi Keahlian: Penerapan Nilai Moral & Public Speaking di Yayasan Akhlaqul Karimah

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa PMM UMM Menyulap Etika Menjadi Keahlian: Penerapan Nilai Moral & Public Speaking di Yayasan Akhlaqul Karimah
Mahasiswa PMM UMM Menyulap Etika Menjadi Keahlian: Penerapan Nilai Moral & Public Speaking di Yayasan Akhlaqul Karimah

Mahasiswa PMM UMM Menyulap Etika Menjadi Keahlian: Penerapan Nilai Moral & Public Speaking di Yayasan Akhlaqul Karimah

LIMADETIK.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang melibatkan lima mahasiswa dari berbagai fakultas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah dilaksanakan dengan semangat tinggi, Minggu (11/2/2024).

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Kelompok ini terdiri dari Wildan Firdaus (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) sebagai koordinator, Ansa Meilia Safira Maharani (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) sebagai sekretaris, Adinda Safa Ramadhani Efendik (Fakultas Ilmu Hukum) sebagai bendahara, Muhammad Asfar Aslam (Fakultas Teknik) sebagai sie perlengkapan, dan Fina Dewi Fortuna (Fakultas Hukum) sebagai sie PDD.

Kelompok ini dibimbing langsung oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), Iqbal Ramadhani Fuadiputra, S.E., M.SM., telah memberikan upaya dalam meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai moral yang baik serta memperkuat keterampilan berbicara di depan umum (public speaking).

Dengan semangat penuh, kami melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan public speaking di Yayasan Akhlaqul Karimah, yang terletak pada Mejosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Menanamkan nilai-nilai moral yang kuat, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membantu individu, terutama anak-anak dan remaja di Yayasan Akhlaqul Karimah, memahami pentingnya integritas, kejujuran, serta empati dalam kehidupan sehari-hari.

“Kelompok kami menghadirkan berbagai kegiatan interaktif, seperti permainan peran, diskusi kelompok, dan cerita inspiratif, yang dirancang untuk membangun kesadaran akan nilai-nilai tersebut secara menyeluruh” kata Wildan Firdaus, koordinator kelompok 13 gelombang 6 PMM UMM.

Selain itu lanjut Firduas, pelatihan public speaking menjadi fokus utama dalam upaya membekali individu dengan keterampilan berbicara di depan umum yang efektif. Dengan keyakinan bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan aset berharga dalam menghadapi tantangan di masa depan, kelompok kami juga memberikan sesi pelatihan intensif yang mencakup teknik presentasi, manajemen panggung, serta strategi untuk mengatasi rasa gugup dan meningkatkan kepercayaan diri.

“Kami percaya bahwa investasi dalam pembangunan karakter dan keterampilan komunikasi adalah langkah awal yang penting untuk menciptakan individu yang tangguh dan mampu berkontribusi secara positif dalam masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta di Yayasan Akhlaqul Karimah, kata Firdaus, tetapi kegiatan ini juga memberikan kesempatan berharga bagi kelompok mereka untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, berkolaborasi dalam tim, dan menerapkan pengetahuan akademis mereka dalam konteks kehidupan nyata.

“Dengan semangat kolaboratif yang menginspirasi, antara kelompok kami dan Yayasan Akhlaqul Karimah akan bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan sosial, serta memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Komitmen Terhadap Nilai-Nilai Moral yang Baik” tuturnya.

Menurut Firdaus, Misi utama kegiatan yang mereka lakukan adalah menyebarkan pemahaman akan nilai-nilai moral yang baik kepada individu, terutama kepada anak-anak dan remaja yang berada di Yayasan Akhlaqul Karimah. “Kami percaya bahwa integritas, kejujuran, dan empati merupakan pondasi yang kuat dalam membangun kepribadian yang berkualitas” terangnya.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, pihak mahasiswa PMM kelompok 13 gelombanh 6 ini merancang serangkaian kegiatan yang menarik dan interaktif. Permainan peran, misalnya, menjadi alat efektif untuk mengilustrasikan situasi kehidupan sehari-hari di mana nilai-nilai moral harus diterapkan.

“Diskusi kelompok memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang nilai-nilai tersebut, sementara cerita inspiratif memberikan contoh nyata tentang bagaimana nilai-nilai moral dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara positif” tegasnya.

Lebih lanjut Firdaus memaparkan, untuk penguatan keterampilan berbicara di depan umum, selain nilai-nilai moral, para mahasiswa ini juga sadar akan pentingnya memiliki keterampilan berbicara di depan umum yang baik. Oleh karena itu, pihaknya menyelenggarakan sesi pelatihan public speaking yang intensif bagi peserta. Dalam sesi ini, mereka diajarkan teknik-teknik presentasi yang efektif, manajemen panggung, serta strategi untuk mengatasi rasa gugup dan meningkatkan kepercayaan diri.

“Kami percaya bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik akan membuka pintu kesempatan bagi individu untuk meraih sukses di berbagai bidang kehidupan. Dengan keterampilan ini, mereka akan lebih percaya diri dalam menyampaikan ide-ide mereka, berinteraksi dengan orang lain, dan memimpin dengan efektif” jelasnya.

Adapun dampak positif dan harapan masa depan, para mahasiswa kelompok 13 gelombang 6 dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta di Yayasan Akhlaqul Karimah, tetapi juga bagi kelompok mereka sendiri sebagai mahasiswa. Mereka merasakan peningkatan dalam kemampuan kepemimpinan, kerja tim, dan aplikasi pengetahuan akademis kami dalam konteks kehidupan nyata.

“Dengan hubungan kolaboratif yang kami bangun bersama Yayasan Akhlaqul Karimah, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan sosial. Melalui upaya bersama ini, kiranya dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas, membentuk generasi yang tangguh, berintegritas, dan mampu berkomunikasi dengan baik” tutup Firdaus dalam keterangannya.

× How can I help you?