
LIMADETIK.COM, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai mempercepat langkah pembenahan sektor pendidikan pasca pelaksanaan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jawa Timur 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Pamekasan. Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian serius adalah penataan jabatan kepala sekolah yang masih dijabat Pelaksana Tugas (PLT).
Hal itu ditegaskan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, saat menggelar konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Pendapa Ronggosukowati, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diikuti dengan pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh, termasuk penguatan kelembagaan di tingkat sekolah.
“Pendidikan harus dibangun dengan sistem yang kuat. Karena itu, posisi kepala sekolah harus segera definitif agar tata kelola pendidikan berjalan maksimal,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 117 jabatan kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Pamekasan yang masih diisi PLT. Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh berlarut-larut karena berpotensi menghambat efektivitas kebijakan dan manajemen sekolah.
Bupati bahkan memberi penegasan kepada jajaran terkait agar proses pengisian kepala sekolah definitif segera dituntaskan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kalau target itu tidak tercapai, tentu harus ada tanggung jawab. Jabatan PLT itu ada batas waktunya, Kalau Tidak Mampu, MUNDUR, ” tegas Bupati.
Pemkab Pamekasan menargetkan seluruh pengisian jabatan kepala sekolah definitif dapat rampung paling lambat awal tahun 2027.
Selain penataan birokrasi pendidikan, pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan sarana pendidikan. Dari total 26 gedung Sekolah Dasar (SD) yang telah mendapat program revitalisasi 2025 lalu, tahun ini ada enam gedung yang dipastikan dapat revitalisasi.
Menurut Kholilurrahman, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberi sinyal dukungan tambahan revitalisasi sekolah secara bertahap sebanyak 20.
“Insyaallah ada tambahan lagi secara bertahap. Pak Mendikdasmen langsung kemarin yang menyampaikan di acara senam Hardiknas di Stadion. Ini menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” katanya.
Tak hanya pembangunan fisik, Pemkab Pamekasan juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual peserta didik. Pemerintah daerah tengah mendorong konsep pendidikan terpadu yang mengombinasikan kemampuan akademik dengan pembentukan moral dan akhlak.
“Anak-anak tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, etika, dan kecerdasan emosional,” imbuhnya.
Untuk mengawal program tersebut, pemerintah daerah membentuk tim khusus yang dikoordinasikan bersama Sekretaris Daerah (Sekda). Kebijakan strategis itu nantinya akan diperkuat melalui regulasi daerah berupa Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda).
Pernyataan Bupati juga menjadi jawaban atas berbagai sorotan publik terhadap pelaksanaan puncak Hardiknas Jawa Timur 2026 di Pamekasan yang melibatkan sekitar 24.114 siswa di SGMRP Pamekasan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni atau pemborosan anggaran, melainkan bagian dari langkah besar membangun semangat kolektif demi peningkatan mutu pendidikan di daerah berjuluk Gerbang Salam itu.
Ia berharap momentum Hardiknas menjadi titik awal transformasi pendidikan di Pamekasan, baik dari aspek tata kelola, kualitas tenaga pendidik, pembangunan infrastruktur, hingga pembentukan karakter generasi muda yang religius dan kompetitif.
“Kita ingin Pamekasan benar-benar menjadi kabupaten pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.












