SITUBONDO, Limadetik.com – Aktifitas pengiriman urugan tambang yang diduga illegal yang sempat dihentikan untuk keperluan perijinan menuai protes.

Hal itu dilakukan oleh PT. Gelung Kencana (GK), Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo pada hari ini Sabtu, (27/01/2018) membuat geram warga setempat.

Berita terkait:

(https://limadetik.com/ibarat-debat-kusir-rakor-terkait-aktifitas-pt-gk-desa-gelung-situbondo/).

(https://limadetik.com/pegiat-anti-korupsi-geram-terkait-aktifitas-tambang-ilegal-di-situbondo/).

Seperti yang diberitakan sebelumnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Balai Desa Gelung pada Hari Rabu (24/01/2018) belum ada keputusan secara tertulis dari pihak PT. GK kepada warga.

Maka dibuatlah perjanjian diberhentikan aktifitas pengiriman yang akan dibuat tambak, sampai ada ijin tambang serta perjanjian yang digugat warga kepada pihak PT. GK.

Saat aktifitas tersebut masih beroperasi yang melakukan pengiriman tanah Urugan tanpa sepengetahuan warga setempat.

Sehingga aktivitas saat dilapangan tersebut mengakibatkan kemacetan jalan dan sontak keributan terjadi oleh warga dengan pihak Ketua LSM Peka, Sayudi yang diduga memback up terhadap aktifitas tambak tersebut.

Bahkan ditambah ada dari pihak warga yang cekcok dengan pengirim tanah urugan tersebut tiada lain adalah Sayonara warga Desa Kalibagor.

Wasik salah satu warga Desa Gelung, menerangkan, “Saya merasa keberatan karena adanya aktivitas kembali pengiriman tanah Urukan ke Tambak PT. GK”.

“Saya belum tahu kalau ada bukti tertulis kepada semua masyarakat sini. Untuk aktifitas tambang yang diduga illegal itu”, imbuh Wasik.

Menurut Wasik, “Saya sudah menghubungi Kepala Desa tapi tidak ada respon disaat ada keributan baru datang”.

Sementara itu, Ketua LSM Peka, Sayudi menjelaskan, “Saya tidak tahu kalau aktivitas tambak PT. GK saat ini melakukan pengiriman tanah Urugan sat ini”.

“Maka dari itu saya kesini dan masalah ijin tertulis kemarin sudah dibuat dan pihak Kepala Desa sudah memberikan surat tertulis itu kepada warga yakni Mardi dan ada saya disaat saya menghubungi yang lain semua pada sibuk”, terang Sayudi.

Sayonara menjelaskan, “Saya tidak ada maksud untuk melindungi atau menjadi Back Up terkait ini. Saya cuma kirim barang, karena saya di sms atau dihubungi oleh Handoko”.

Lanjutnya, “Itupun saya baru kirim hari ini mengantar sopir saya yang tidak tahu jalan”.

Hosni membenarkan, “Sebagai warga disini bukan karena apa, saya hanya membenarkan bahwa truk pengangkut tanah urugan ini mengakibatkan kemacetan”.

Kata Hosni, “Akan tetapi ada seorang yang menutup mukanya dengan sapu tangan membentak saya dengan mengucapkan nama (Saya Sayonara) itu yang membuat saya marah”. ucapnya.

Terpisah Syaiful Bahri Ketum Gp Sakera Situbondo menyampaikan, “Hari ini, Sabtu (27/01/2018) Gp Sakera akan melaporkan ke pihak yg berwajib karena peringatan ini sudah tidak perhatikan”,tandasnya.

(S1/Aka/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here