SAMPANG, Limadetik.com – Pembangunan jaringan irigasi Waduk Nipah yang berada di Dusun Tebanah Desa Tebanah Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang mendapat reaksi dari masyarakat setempat, masyarakat setempat keberatan atas pembangunan jaringan irigasi.

Waduk nipah tersebut yang informasi di lapangan dikerjakan oleh PT Jati Wangi karena Dalam pembangunan jaringan irigasi Waduk Nipah telah merusak jalan kampung yang biasa dilewati oleh masyarakat setempat.

Salah satu warga setempat yang namanya tidak mau dipublikasikan mengungkapkan, rusaknya jalan Kampung karena sering kali dilewati oleh  alat berat berupa Excavator atau dump truck yang mana seharusnya alat berat itu tidak boleh melewati jalan kampung karena telah punya jalan tersendiri yang berada disamping jaringan irigasi.

“Masyarakat menilai Kepala Desa setempat turut andil dalam pengerusakan jalan kampung tersebut karena setiap Excavator melewati jalan kan kepala desa setempat selalu hadir seolah olah pasang badan dan melakukan pembiaran, ini ada apa?”  Imbuh warga setempat Sabtu, (28/7/2018).

Sementara masyarakat setempat seringkali kepada BBWS selaku Instansi yang bertanggungjawab dalam pembangunan irigasi Waduk Nipah tersebut, siapakah yang bertanggungjawab atas rusaknya  kampung?

BBWS selalu berdalih akan diperbaiki begitu juga dengan yang disampaikan oleh perwakilan PT Jati Wangi yang berada di lokasi bahwa jalan Kampung akan segera diperbaiki, namun hingga saat ini belum terealsasi, hanya ngapusi saja…!

Karena dianggap tidak serius masyarakat setempat melalui kuasa hukumnya Suparman SH MH pada hari Jumat lalu 20 Juli 2018 resmi menggugat kepala desa setempat dan PT Jati Wangi karena dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana teregister di Pengadilan Negeri Sampang dengan nomor perkara 07/pdt.G/2018/PN.spg.

“Yang salah satu tuntutannya adalah menghentikan sementara pembangunan jaringan irigasi Waduk Nipah dan meminta ganti kerugian sebesar 2 Miliar Rupiah” ucap Suparman selaku kuasa hukum. (hl/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here