Tanggal 13 mei 2019

Oleh : Subliyanto.

LIMADETIK.com — Tanpa terasa sebentar lagi kita akan memasuki hari ke sepuluh puasa ramadhan. Untuk terus menguatkan jiwa kita dalam melaksakan ibadah puasa ramadhan, perlu kiranya kita mengulang kembali kajian keutamaan puasa ramadhan, agar kemenangan berupa “muttaqin” kita raih. Dan berikut penulis sajikan keutamaan puasa ramadhan yang penulis sadur dari kitab al-Wajiz ‘Ensiklopedi Fiqih Islam dalam al-Qur’an dan as-Sunnah as-Sahihah’.

Pertama, Dari Abu Hurairah RA., bahwa Rasulullah SAW. bersabda : “Barangsiapa berpuasa ramadhan karena iman dan mengharap pahala disisi Allah, niscaya diampunilah baginya dosa-dosanya yang telah lalu”. ( Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari I : 115/1901, Nasa’i IV : 157, Ibnu Majah I : 526/1641, dan Muslim I : 523/760).

Kedua, Dari Abu Hurairah RA., bahwa Rasulullah SAW. bersabda : “Allah SWT. berfirman : ‘Setiap amal anak-anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya ia untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.’ Puasa adalah tameng. Oleh karena itu bila diantara kamu berpuasa janganlah ia berkata kotor, janganlah berteriak, dan jangan pula bersikap dengan sikapnya orang-orang jahil. Jika ia dicela atau disakiti oleh orang lain, maka katakanlah ‘sesungguhnya aku sedang puasa’ (dua kali). Demi Dzat yang diri Muhammad berada di genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah pada hari kiamat (kelak) jauh lebih harum daripada semerbaknya minyak kasturi. Disamping itu, orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan yang dirasakannya : apabila berbuka maka ia merasa gembira dengan buka puasanya, dan apabila berjumpa dengan Rabnya, maka ia berbahagia dengan puasanya.” ( Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari IV : 118/1904, Muslim II : 807/163 dan 1151, dan Nasa’i IV : 163 ).

Ketiga, Dari Sahl bin Sa’ad RA., bahwa Nabi SAW. bersabda : “Sejatinya di dalam surga terdapat satu pintu yang disebut Rayyan, pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk (surga) melalui pintu tersebut, tak seorangpun selain mereka yang boleh masuk darinya. Dikatakan kepada mereka ‘Dimana orang-orang yang rajin berpuasa ?’, Maka segera mereka berdiri (untuk masuk darinya), tak seorangpun selain mereka yang boleh masuk darinya. Manakala mereka sudah masuk (surga darinya), maka dikuncilah pintu tersebut, sehingga tak seorangpun (selain mereka) yang masuk darinya.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari IV : 111/1896, Muslim II : 808/1152, Tirmidzi II : 132/762, dan Ibnu Majah I : 525/1640, serta Nasa’i IV : 168 dengan redaksi yang mirip dan ada tambahan pada imam yang tiga).

Semoga dengan memahami keutamaan puasa ramadhan di atas, kita dapat menguatkan jiwa kita dalam melaksakan ibadah puasa ramadhan. Sehingga kemenangan ‘muttaqin’ dapat kita raih. Amin. Wallahu a’lam [].

Penulis adalah aktivis sosial dan pendidikan asal Kadur Pamekasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here