UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

Mini Lokakarya Lintas Sektoral di Puskesmas Pandian, Berikut Focus Bahasan

Mini Lokakarya Lintas Sektoral di Puskesmas Pandian, Berikut Focus Bahasan
FOTO: Kapus Pandian, H.Achmad Syamsuri saat memaparkan sejumalah bahasan dihadapan peserta lintas sektoral mini lokakarya

LIMADETIK, SUMENEP – Pertemuan rutin triwulan (tiga bulanan) yang dikemas dalam mini lokakarya (minlok) lintas sektoral digelar di Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota Sumenep dengan menghasilkan tiga rekomendasi pokok bahasan, yakni, masalah program UHC, Stunting, DBD dan persoalan covid.

Dalam pertemuan lintas sektoral itu, hadir Camat Kota, Danramil Kota, Kapolsek kota, Lurah Karangduak, Lurah Kepanjin, Lurah Bangselok, Kades Pandian, Kades Kebunagung, Kades Kebunan, Kades Kolor, Kepala BNN Kabupaten sumenep, Kepala KUA Kota, Koordinator Diknas Kecamatan Kota, Forum komunikasi Masyarakat Peduli Puskesmas (FKMPP) Semua Penanggung Jawab (PJ) Program Puskesmas.

Kepala Puskesmas Pandian, H. Achmad Syamsuri, S.Kep, NS saat dihubungi menyampaikan, bahwa petemuan triwulan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari tingakt Kepala Desa, Camat, Korami dan Polsek, termasuk para organisasi keagamaan, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisiyah dan yang lainnya.

Baca Juga :   Diduga Sopir Mengantuk, Kijang Innova Tabrak Pohon Asam
Mini Lokakarya Lintas Sektoral di Puskesmas Pandian, Berikut Focus Bahasan
FOTO: Sebagian peserta lintas sektoral mini lokakarya pose bersama

“Demi kebaikan bersama, maka ada bebearap poin penting yang sudah kita sampaikan, diantaranya, program bapak Bupati Sumenep, berkaitan dengan berobar grtais melalui Universal Healt Coverage atau UHC. Saat ini berobat di Sumenep Gratis di seluruh Puskesmas yang ada, termasuk rumah sakit di luar Sumenep yang sudah ada kerjasamanya dengan Pemerintah Daerah” katanya, Rabu (7/12/2022).

Kemudian, bahasan yang kedua kata Kapus Pandian, berkaitan dengan Stunting, bagaimana upaya masyarakat yang terlibat untuk ikut serta mengatasi stuntung di wilayah masing masing.

“Persoalan stunting ini adalah persoalan kita bersama untuk mengatasinya, itu sebabnya, kami juga melibatkan Camat, Lurah, Kades dan pendamping kesehatan, termasuk organisasi otonomi seperti Muslimat NU, Fatayat NU dan Aisiyah. Dan nanti juga akan dikukuhkan, Bapak Anak Asuh Stunting (BAAS). Tentu ini adalah upaya kita menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep pada level yang paling bawah” ungkapnya.

Baca Juga :   Kuasa Hukum Ikmal Ghazali Sampaikan Nota Keberatan Kepada Bupati Situbondo

Untuk bahasan yang ketiga, H.Mamat sapaan akrabnya mengatakan, berkaitan dengan penghujan, tentu perlu ditingkatkan kembali gotong royong bersih lingkungan di setiap kampung-kampung, sehingga kesehatan masyarakat dan lingkungan tetap terjaga dengan baik.

Mini Lokakarya Lintas Sektoral di Puskesmas Pandian, Berikut Focus Bahasan
FOTO: Nampak Fatayat dan Muslimat NU serta Aisiyah hadir dalam mini lokakarya lintas sektoral

“Bagaimana kemudian kita bisa membuat antisipasi terjangkitnya masyarakat oleh penyakit demam berdarah atau DBD. Sebab musim penghujan masyarakat rentan terjangkit penyakit itu (DBD, red) karena faktor lingkungan yang tidak terjada dari sumber jentik nyamuk” terangnya.

Selain tiga hal diatas, Kapus Pandian ini juga mengingatkan pentingnya tetap waspada dengan penyebaran covid, sebab kata dia, hingga saat ini, covid ditengah masyarkat masih ada kendati penyebarannya landai.

Baca Juga :   Seminar Online di Univeritas Medan Area, Ketum SMSI: Jurnalistik Digital dan Media Masa Depan

“Maka dalam persoalan covid ini, kami puskesmas pandian selalu siap untuk terus melakukan vaksin booster, kapan saja. Dan Puskesmas Pandian masih terus melayani masyarakat untuk vaksinisasi” tukasnya.

Tinggalkan Balasan