https://limadetik.com/

Optimisme Dalam Permasalahan Ekonomi di Era Pandemi atau New Normal

  • Bagikan
IMG 20210117 175334 e1610882044816

Oleh: Evie Nusa Anggriana S.
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang


Kasus Covid-19 yang sudah tak asing lagi awal kasus ini terjadi pada awal Maret 2020 dan sampai sekarang belum berkurang malah semakin bertambah. Sejak terjadinya covid 19 semakin berguncang banyak, pemerintah melakukan upaya penangulangan untuk meredam dampak dari pandemi covid 19. Dampak sektor perekonomian diIndonesia sangat serius sekali. Didalam sektor perekonomian saat ini terjadi penurunan dikarenakan banyak pengangguran akibat pandemi covid 19.

https://limadetik.com/

Tak dapat dipungkiri, bahwa Covid-19 telah membuat ekonomi Indonesia terpukul dari dua sisi sekaligus, yaitu penawaran (supply) dan permintaan (demand).Hambatan dalam pembatasan kegiatan / aktivitas masyarakat sangat berpengaruh seperti industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Terlebih lagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merilis Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Hal ini wajar mengingat dengan adanya anjuran untuk tidak keluar rumah maka banyak orang mengakses pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi. Seiring hal tersebut, volume penjualan listrik PLN ke rumah tangga meningkat.Alasan-alasan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis seperti ini, antara lain: Pada sisi masyarakat, belanja domestik kelas menengah, sebagai motor penggerak ekonomi, belum maksimal karena kasus harian covid-19 belum mereda, bahkan memburuk.

Pada sisi pemerintah, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menyerap anggaran yang besar tetapi efektivitas dan penyerapannya tidak maksimal, bahkan terjebak dalam kasus korupsi yang buruk.Belanja kesehatan dan belanja sosial justru diturunkan tahun 2021, sehingga permintaan domestikterkendala oleh efektivitas program
kesehatan dan belanja pemerintah di sektor ini. Kredit perbankan masih lemah sekaligus sebagai indikasi pertumbuhan rendah.Vaksinasi sudah mulai tetapi masih terbatas dampaknya tidak pada tahun 2021.Tingkat Pengangguran Terbuka meningkat hampir dua kali lipat sebesar 7,8 persen (10,4 juta jiwa).

Di balik tingkat pengangguran tersebut masih ada pengangguran terselubung, yang jumlahnya dua kali lipat dari pengangguran terbuka tersebut. Pada tahun 2021, terdapat pengangguran tambahan sebesar 1,1 juta orang sebagai akibat Covid-19 dan sekitar 2,6 juta orang angkatan kerja baru yang tidak terserap sehingga tambahan pengangguran totalnya tahun 2021 sebesar 3,6 juta orang. Masalah pengangguran ini menjadi faktor krusial dalam proses pemulihan ekonomi pada tahun 2021. Yang lebih memprihatinkan adalah robohnya pilar industri bahkan sebelum pandemi. Pada masa pandemi sektor industri lebih terpuruk lagi penyerapan tenaga kerja baru masih sangat terbatas.Industri akan cenderung mempekerjakan tenaga kerja yang sebelumnya dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya

Perkiraan tingkat kemiskinan 10,5 persen.Tetapi jumlah penduduk yang hampir miskin (near poor) masih jauh lebih banyak dari angka kemiskinan dengan garis batas kemiskinan yang rendah. Jika garis batas ditingkatkan maka lebih banyak lagi kasus kemiskinan tersebut, yang masuk kategori hampir miskin dan sesungguhnya memang miskin.Selain dialami industri lanjutnya, gangguan lebih dalam juga bakal dialami industri manufaktur lain. Dampak dari kelangkaan bahan baku ini akan membawa inflasi yang lebih tinggi karena industri manufaktur
tidak mampu memenuhi permintaan dan memicu terjadinya shortage.

Di sisi lain, dengan inflasi yang tinggi, tentu rumah tangga akan menurunkan konsumsinya. Padahal kontribusi terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini adalah konsumsi rumah tangga. “Dengan tingkat inflasi tinggi, konsumsi rumah tangga juga turun sejalan dengan daya beli yang juga menurun. Imbasnya, pertumbuhan ekonomi pun dapat terpuruk lebih jauh. Agar dapat mendukung optimisme tersebut, Jokowi menyebut pengendalian pandemi melalui vaksinasi Covid-19 menjadi kunci.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan bahwa vaksinasi Covid-19 sangat menentukan agar masyarakat bisa kembali bekerja dalam kondisi normal. & quot; Agar masyarakat bisa bekerja kembali, anak-anak kita bisa belajar di sekolah lagi dan agar kita bisa kembali beribadah dengan tenang dan agar perekonomian nasional kita bisa segera bangkit," tambah Jokowi.Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech Ltd tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan