MOJOKERTO, Limadetik.com — Dalam rangka melestarikan kebudayaan nusantara khususnya kebudayaan jawa, beberapa paguyuban budaya jawa mengadakan syukuran Suro berupa nasi tumpeng dilanjutkan pagelaran mocopat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gubug Wayang dan dipimpin oleh paguyuban  Pudhak Wangi dan dihadiri oleh paguyuban Jenggala Manik dll, bahkan dari paguyuban dari Kabupaten Ngawi, Selasa (11/9/2018) malam di Kota Mojokerto tepat di jakan RA.Kartini nomer 23.

Ketua paguyuban Pudhak Wangi Hermawan saat di wawancarai awak media mengatakan. “Kami di sini diberi tempat oleh pemilik Gubug Wayang sangat berterimakasih kepada pemilik serta manajemen Gubug Wayang sehingga dapat melaksanakan kegiatan mocopat, dimana sebelumnya kami selalu berpindah-pindah tempat sehingga kesulitan apabila akan melakukan kegiatan rutin mocopat” katanya.

Ia juga menambahkan, bulan Suro kita memperingati dan uri-uri budaya jawa sehingga tidak melupakan kebudayaan leluhur yang adi luhung, luhur serta melakukan regenerasi kepada generasi muda dan sudah kita laksanakan regenerasi sehingga mocopat tetap lestari.

Sementara itu manajemen Gubug Wayang mengatakan bahwa, mereka disini membantu menyediakan tempat, konsumsi seadanya dan berharap agar kebudayaan jawa khususnya mocopat tidak musnah tapi bisa di regenerasikan ke anak muda. “Bersama kita menjaga kebudayaan Nusantara dari kepunahan” ujarnya singkat.

Senada dengan Rangga Ulung Jagat Buana dari Ngawi sangat senang dan mendukung, “Pastinya kami sangat mendukung kegiatan mocopat ini, karena dapat mengangkat budaya adhi luhung yang sempat tenggelam oleh perubahan jaman, dan dapat mmempertahankan kebudayaan ini” Pungkasnya. (st/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here