Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

Pengedukasian Implementasi Cash Flow pada Salah Satu UMKM di Bali

×

Pengedukasian Implementasi Cash Flow pada Salah Satu UMKM di Bali

Sebarkan artikel ini
Pengedukasian Implementasi Cash Flow pada Salah Satu UMKM di Bali
FOTO: Mahasiswa PMM UMM kelompok 75 gelombang 5 bersama Ibu Siti, salah satu pemilik UMKM di Bali

Pengedukasian Implementasi Cash Flow pada Salah Satu UMKM di Bali

LIMADETIK.COM, BALI – Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) adalah salah satu program mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tujuan dari PMM inilah kami mengabdi kepada masyarakat dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat disekitar, Selasa (22/8/2023).

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) ini diikuti oleh puluhan kelompok mahasiswa semester 6 yang menerapkan hasil penelitian dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Salah satu kelompok Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) yaitu kelompok 75 gelombang 5 yang beranggotakan 5 mahasiswa diantaranya, Yossy Berlan Novitasari Wiyono, Aretha Balqis Suci Laurient, I Putu Gede Yoga Adhi Pratama, Raviona Natasya Deravita, dan Yantiara Deawana.

“Kami memiliki kesempatan melakukan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) di Desa Buduk Kecamatan Mengawi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali” kata koordinator PMM, Yossy Berlan Novitasari Wiyono

Dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri, lanjut Yossy, kelompok nya akan melakukan edukasi tentang pegaplikasian cash flow untuk meningkatkan UMKM di Bali, dan diharapkan bisa berkembang dengan berjalannya waktu.

“Di Bali dominan memiliki UMKM yang bergerak di bidang kuliner. Hal ini yang menjadi alasan kami untuk melakukan edukasi pengaplikasian cash flow di salah satu UMKM di Bali” ucap Yossy.

Pohaknya lanjut Yossy, ingin membuat laporan keuangannya lebih mudah untuk diurus, dan mereka masih menggunakan metode manual seperti pencatatan cash flow secara tertulis. Seiring berjalannya waktu, penerapan cash flow menjadi sangat penting untuk mengatur operasi perusahaan dan mempermudah perencanaan dan pengendalian.

“Cara pencatatan akuntansi tradisional telah berubah karena kemajuan teknologi komputer dan informasi. Sekarang, pencatatan informasi keuangan dicatat secara komputerisasi daripada sistem manual dengan komputer” terangnya.

Dikatakan Yossy, dibutuhkan sistem komputerisasi untuk membantu mencatat keuangan dengan cepat dan tepat karena di salah satu UMKM di Bali memiliki pelanggan tetap dan bahkan dapat memperoleh pelanggan baru setiap bulan.

“Kelompok 75 melakukan upaya untuk mendorong implementasi cash flow berbasis komputerisasi. Tujuan dari upaya ini adalah untuk membangun sebuah aplikasi cash flow berbasis komputerisasi yang akan membantu pemilik UMKM di Bali mengatur keuangan dan membuat laporan keuangan tentang uang yang masuk dan keluar dari bisnis mereka” pungkasnya.

× How can I help you?