Opini

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Alat Mengatasi Hoaks di Era Digital

×

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Alat Mengatasi Hoaks di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Alat Mengatasi Hoaks di Era Digital
RR. Farra Naylazzahra Pramushiva

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Alat Mengatasi Hoaks di Era Digital

Oleh : RR. Farra Naylazzahra Pramushiva
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
Fakultas : Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik
Prodi: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

________________________________

OPINI – Perkembangan teknologi yang semakin meningkat ini membawa banyak perubahan besar bagi kehidupan bermasyarakat. Semua orang sudah berada di era digitalisasi, era yang mengubah cara orang berkomunikasi, bekerja, dan berinteraksi secara umum.

Meskipun, pada kenyataannya perkembangan era digitalisasi ini memang membawa banyak manfaat yang besar, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak masalah yang perlu perhatian besar, khususnya pada aspek kewarganegaraan dan kehidupan sosial.

Era digitalisasi sangat berkaitan erat dengan informasi. Dengan adanya internet, semua orang di seluruh dunia dapat mengakses dengan mudah berbagai informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. Dengan kemudahan akses tersebutlah, informasi palsu dapat menyebar cepat dengan mencapai khalayak yang luas padahal belum terverifikasi akan keakuratannya.

Dampaknya, penyebaran informasi palsu atau yang biasanya disebut hoaks ini dapat menimbulkan keresahan publik, penurunan kepercayaan akan suatu media, memecah-belah persatuan, dan dapat membuat keributan di publik.

Berkaitan pada upaya mengatasi Hoaks di Era digitalisasi ini, di sinilah pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi isu sosial. Pendidikan Kewarganegaraan mengambil peran fundamental dengan cara mendorong masyarakat untuk berpikir kritis dalam menyaring informasi.

Angelo (1995) menyatakan berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenali permasalahan dan pemecahannya menyimpulkan serta mengevaluasi.

Pendidikan Kewarganegaraan membantu membedakan antara informasi akurat dan tidak akurat. Sehingga masyarakat dapat mengevaluasi informasi secara lebih rasional dan tidak akan mudah terpengaruh oleh hoaks.

Pendidikan Kewarganegaraan dapat menyebarluaskan etika komunikasi yang baik, menekankan tanggung jawab individu dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan berani melaporkan hoaks kepada pihak berwajib.

Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran sosial misalnya melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan forum diskusi publik yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Dengan pendekatan inilah, Pendidikan Kewarganegaraan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai pengguna informasi yang cerdas dan aktif dalam mengatasi penyebaran hoaks serta membangun masyarakat yang lebih teredukasi serta terinformasi.