Sumenep, 24 September 2020
Limadetik.com – Oleh Herdayanti
Semusim telah usai.
Isak tangis tawamu membayang jauh.
Air mata meringis di ujung musim semi.
Kitalah insan di keheningan jauh.
Gugurlah semerbak bunga di musim ini.
Terlentang jauh dipesisir tumpukan Kamboja.
Rindupun berguguran dikening para peramai.
Hingga berakhir mata tertimbun bersama puisinya.
Senja di pipimu kekasih.
Biarlah kupandang dalam helaian jingga.
Ingin kunikmati setiap damai kepergian yang usang.
Biar kupeluk, kurangkul bersama peluk kehilangan berujung. (*).
Penulis adalah Mahasiswi STKIP PGRI Sumenep dan Anggota Himpass






