Sejumlah Aktivis Mahasiswa Tagih Janji Kajati Jawa Timur Untuk Buka Kembali Kasus P2SEM

SURABAYA, Limadetik.com – Sejumlah Aktivis mahasiswa dari beberapa Universitas dan Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jatim Menggugat (AMJM) mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk menagih janji Kajati Jatim prihal kasus P2SEM,Rabu (31/1/2018).

Para Aktivis mhasiswa ini melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Jatim untuk meminta dan menagih janji Kajati Jawa Timur beberapa waktu lalu yang mengatakan akan membuka dan mengusut kembali skandal korupsi pada Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) pasca penangkapan dr Bagoes Soetjipto beberapa bulan yang lalu di johor malaysia.

Koordinator aksi dari Komite Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK), BNP2DI dan GEMA JATIM yang tergabung dalam AMJM ini meminta agar  menolak dan melawan segala bentuk korupsi di Jawa Timur.

“Kami semua yang tergabung dalam Aktivis mahasisea, mendukung Kejati Jatim dalam mengusut tuntas kasus korupsi P2SEM dan menagih janji Kejati Jatim yang telah mengatakan akan membuka kembali kasus P2SEM pada awal tahun 2018,” ujar massa dalam orasinya.

Disamping itu massa juga berharap sekligus menghimbau agar Kejati Jatim segera mengusut dan menuntaskan kasus korupsi P2SEM dan mendesak agar Kejati Jatim menegakkan supremasi hukum, terkait kasus tindakan korupsi di Jawa Timur.

“Masih kita ingat semua kalau skandal P2SEM adalah perampasan hak rakyat. Bagaimana tidak, dana hibah dari APBD yang seharusnya disalurkan dan diterima oleh rakyat, malah dibuat ‘bancaan’ dan dinikmati hanya oleh segelintir elit di DPRD dan Pemerintah Provinsi Jatim,” terang Basuki ketua Gema Jatim dalam orasinya.

Dalam Orasi aktivis mahasiswa ini, ada enam orang perwakilan yang ditemui pihak Kejati Jatim selama kurang lebih dari 30 menit setelah mereka melakukan aksi demonstrasi didepan kantor Kejati Jatim kurang lebih 1,5 jam.

Saat  salah satu koordinator ksi dikonfirmasi usai ditemui pihak Kejati Jatim, Ketua GEMA Jatim Basuki menyatakan, bahwa pihaknya mendorong dan menagih janji Kajati Jatim Maruli Hutagalung, dalam pemberantasan Korupsi.

“Kedatangam kami semua kesini (Kejati) untuk mendorong pihak Krjaksaan mengusut tuntas mega korupsi senilai Rp 277 miliar yang dinikmati segelintir orang (DPRD Jatim),” terangnya.

Masih kata Basuki, bahwa pihaknya telah menyerahkan data terkait korupsi P2SEM dan akan melakukan kerja sama dengan Kejati.” Kami tadi juga menyerahkan data, dan akan ada kerja sama. Kami akan mencari bukti baru,” tambahnya.

Ditempat yang sama Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah bergerak. Dan masih melakukan penyelidikan.” Kami sudah bergerak, saat ini masih melakukan penyelidikan dan belum bisa kami utarakan,” ucapnya.

Sementara itu saat awak media menanyakan sudah berapa banyak saksi yang sudah dimintai keterangan, mantan Kajari Surabaya ini menolak membeberkan.” yang sabar dulu ya.? Ini masih ranahnya penyidik, nanti pasti kami undang teman-teman (Media),” pungkasnya (jay/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here