ilustrasi

NEW YORK, Limadetik.com – Dolar melemah pada level terendah selama dua minggu terakhir terhadap mata uang uang lainnya. Pedagang mengurangi kepemilikan greenback mereka pada Treasury AS yang lebih rendah  hasil dan penurunan saham-saham di perdagangan bursa.

Melansir Reuters, Jumat (12/10/2018), indeks dolar terhadap enam mata uang jatuh ke 94.987 atau terendah sejak 28 September. Indeks dolar turun 0,32% pada 95,205.

Patokan hasil Treasury 10 tahun jatuh satu minggu rendah di 3,1686%. Ini mencapai puncak tujuh tahun di 3,261% pada perdagangan hari Selasa.

Sementara itu, Euro menunjukan keperkasaanya terhadap dolar usai pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa. Di mana disarankan membuat kebijakan tidak meninggalkan rencana mereka untuk mengakhiri program pembelian obligasi 2,6 triliun euro tahun ini.

Di antara mata uang utama lainnya, mata uang Swedia melonjak berikut inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dan data harga rumah, meningkatkan prospek bagi Riksbank untuk menaikkan suku bunga di Desember.

Sementara itu, Yuan Cina stabil dalam perdagangan luar negeri. Mata uang ini rebound dari kelemahan awal karena kekalahan ekuitas global.

Pedagang menepis komentar dari Presiden AS Donald Trump yang tidak mendukung peningkatan perang dagangnya dengan Beijing.


sumber: okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here