Pelayaran ke Kepulauan Sumenep Berpotensi Bermasalah

Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pelayaran dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep,  Jawa Timur ke sejumlah kepulauan pada awal tahun ini berpotensi bermasalah.

Pasalnya, sejak 31 Desember 2017 lalu masa kontrak Kapal Perintis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pusat telah berakhir.

Apalagi, hingga saat ini, Instansi tekhnis di pemerintah setempat belum bisa memastikan antisipasi tidak normalnya pelayaran ke Kepulauan tersebut. Sebab,berdasarkan pengalaman tahun lalu, pelayaran Kapal Perintis tersebut di tahun anggaran baru harus dilelang kembali, sehingga selama proses lelang pelayaran khususnya dari Kalianget ke sejumlah Kepulauan jauh tidak normal.

“Kami telah berkomunikasi dengan Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget guna meminta Dirjen Perhubungan Laut menanggulangi potensi kekosongan pelayaran perintis, pasca berakhirnya kontrak 2017,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Sustono, Sabtu (6/1/2018).

Hanya saja, sampai kini baik KSOP maupun Dishub belum mendapat jawaban mengenai solusi kekosongan kapal apakah menunggu proses lelang untuk tahun anggaran baru atau dengan memperpanjang kontrak pelayaran.

Sementara itu, Kepala KSOP Kalianget, Ferry Agus menyatakan Untuk Kapal Perintisi KM Sabuk Nusantara 56 dan 27 dipastikan terus berlanjut melayani pelayaran tujuan Kalianget, Surabaya, Banyuwangi, Kangean, Sapeken, dan Masalembu.

“Sebab kontranya dengan Pusat yang menggunakan Kapal Negara yang dikelola PT Pelni. Sedangkan KM Katerine dan Maumere belum jelas apakah kontrak baru dengan Pemprov selesai atau belum,”tegasnya. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here