Scroll Untuk Membaca Artikel
Headline News

Tepis Tudingan Pungli, Kepala UPP Sapeken Pastikan Bekerja Sesuai Regulasi

×

Tepis Tudingan Pungli, Kepala UPP Sapeken Pastikan Bekerja Sesuai Regulasi

Sebarkan artikel ini
Tepis Tudingan Pungli, Kepala UPP Sapeken Pastikan Bekerja Sesuai Regulasi
FOTO: Pelabuhan Kecamatan Sapeken (dokumen)

Tepis Tudingan Pungli, Kepala UPP Sapeken Pastikan Bekerja Sesuai Regulasi

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dituding lakukan pungutan liar (Pungli) Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, memastikan ditubuh UPP Sapeken tidak ada pungli sebagaimana yang ditudingkan oleh beberapa orang.

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

“Saya tegaskan, bahwa tidak ada pungli di UPP Sapeken seperti yang beredar di media,” kata kepala UPP Sapeken Djumari, Rabu (9/8/2023).

Djumari menyampaikan, bahwa tugas pihaknya hanya pelayanan terkait keselamatan pelayaran dan bongkar muat barang serta pengawasan bongkar muat.

“Kami hanya bisa menerima Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan” ucapnya.

Ia menjelaskan, mengenai dana yang menurut pemberitaan yang tersebar di media sebesar Rp 4.000.000 itu ranahnya keagenan.

“Jadi perlu di klarifikasikan kepada keagenan, karena wewenangnya adalah keagenan,” terang Djumari

Ditegaskan Djumari, bahwa pada waktu kapal LGT Cahaya Maulida, milik PT MGA saat melakukan bongkar muat di kepulauan Sepanjang, petugas dari UPP Sapeken berada di sepanjang selama 3 hari 2 malam.

“Di desa Sepanjang petugas kami melakukan pengawasan selama 3 hari 2 malam. Tentu ini adalah bagian tugasnya kami” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, pihak keagenan, Hendri menjelaskan bahwa di kepulauan Sepanjang Kecamatan Sapeken, ada kegiatan kapal LGT Cahaya Maulida, membawa barang milik PT MGA dan masih melakukan uji coba di pulau sepanjang, (Minyak/gas).

“Taraf uji coba untuk Kapal LGT Cahaya Maulida di kepulauan Sepanjang, kami yang menangani,” kata Hendri.

Dirinya kemudian merinci, bahwa uang Rp 4.000.000 tersebut merupakan total biaya operasional termasuk, biaya speed boad Rp 2.000.000, sewa kendaraan bermotor dari pelabuhan tembing ke titik perusahaan, biaya konsumsi dan lain lain, sehingga total mencapai Rp 4.000.000.

“Jadi bukan hanya biaya penerbitan surat ijin berlayar akan tetapi rinciannya seperti yang disebutkan, sehingga muncul total Rp 4.000.000 itu tadi. Jadi, kami dan UPP Sapeken tidak ada pungutan liar, akan tetapi ada rinciannya seperti yang disebutkan,” pungkasnya.

× How can I help you?