DPRD Bontang

Tindakan Pengalihan Jalur Akibat Kemacetan di Jalan Cipto Mangunkusumo Disorot Dewan

×

Tindakan Pengalihan Jalur Akibat Kemacetan di Jalan Cipto Mangunkusumo Disorot Dewan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2024 10 18 at 07.02.08

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Sumardi, memberikan pandangannya mengenai pengalihan jalur lalu lintas yang terjadi akibat kemacetan di Jalan Cipto Mangunkusumo. Pengalihan ini dilakukan ke Jalan M. Efendi pada Selasa (10/9/2024), menyusul proyek gorong-gorong yang berlangsung di jalan utama tersebut.

Proyek infrastruktur yang dilaksanakan di Jalan Cipto Mangunkusumo telah menyebabkan beberapa masalah, termasuk kecelakaan dan kemacetan parah.

Banyak warga, terutama mereka yang bekerja, terpaksa melintasi jalan ini sebagai akses utama. Keterlambatan dan hambatan yang ditimbulkan oleh proyek tersebut telah menjadi sumber keresahan di kalangan masyarakat.

Menurut Sumardi, pemerintah harus meningkatkan fokus dan efisiensi dalam menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Pemerintah, terutama dari Kementerian PUPR, perlu bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan proyek ini dan memastikan bahwa prosesnya tidak berlarut-larut.”ungkapnya.

Sebelumnya, proyek ini dinilai mengalami banyak kendala, yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Kejadian seperti mobil yang amblas di lokasi proyek menambah daftar masalah yang dihadapi oleh para pengguna jalan.

Kemacetan yang terjadi juga memberikan dampak negatif terhadap karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur (PT. PKT), yang harus menghadapi keterlambatan atau memilih rute alternatif yang lebih jauh untuk menghindari kemacetan tersebut. Sumardi menekankan pentingnya tindakan cepat dari pemerintah dalam mengatasi situasi ini dengan melakukan pengalihan jalur yang lebih terencana.

Namun, sebelum melakukan pengalihan jalur, pemerintah harus memastikan adanya rekayasa lalu lintas yang tepat. Hal ini penting untuk menghindari munculnya masalah baru, terutama di jalan-jalan yang berada di kawasan perumahan.

“Kami khawatir, jika pengalihan ini tidak dikelola dengan baik, justru akan menimbulkan keresahan baru dan membahayakan ketertiban warga di sekitar Jalan M. Efendi,” tegasnya.

Dengan harapan agar pemerintah lebih responsif dan tanggap terhadap keluhan masyarakat, Sumardi berharap semua pihak dapat berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang efektif, sehingga proyek infrastruktur dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.