https://limadetik.com/

Tuntaskan Silaturahmimu di Ruang Virtual

  • Bagikan
IMG 20200524 155638

Sumenep, 24 Mei 2020
Limadetik.com – Oleh: Noval

ARTIKEL – Kini umat Islam merayakan hari kemenangannya, menang melawan hawa nafsu selama bulan Ramadan. Tentu banyak godaan menerpa, tetapi semua godaan itu berhasil dilewatinya, sehingga dirinya kembali menjadi fitri (idul fitri).

https://limadetik.com/

Idul fitri ghalibnya dibarengi dengan silaturahmi antar keluarga dan sanak saudara. Saling menyambangi satu sama lain dari rumah ke rumah. Yang merantau di kota mudik ke kampung halaman guna menuntaskan rindu dan bersilaturahmi. Suasana di kampung mendadak ramai. Berbanding terbalik dengan suasana kota, sunyi nan sepi.

Tetapi idul fitri tahun ini tidak seperti biasanya. Tidak ada salat idul fitri di masjid atau pun lapangan terbuka, tidak ada mudik dan silaturahmi sebagaimana mestinya. Segala sesuatunya menjadi ambyar. Pandemi covid-19 lah yang menjadi penyebabnya.

Pandemi yang membuat semua orang panik dan takut ini telah sukses meluluhlantakkan tatanan kehidupan umat manusia, nyaris tak ada yang tersisa. Di Indonesia korban keganasanya kian hari semakin meningkat. Tak ada tanda, bahwa pandemi ini akan segera berahir.

Meski begitu, segala daya dan upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai penyebarannya. Mulai dari imbauan menggunakan masker, physical distancing, sosial distancing hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Tetapi sayang, imbauan hanya berupa imbauan, banyak orang yang tak mematuhi. Mungkin, bagi mereka, virus korona ini hanyalah halusinasi atau cerita fiksi. Padahal telah banyak nyawa direnggutnya.

Silaturahmi Virtual

Tetapi meski tak ada silaturahmi sebagaimana pada ghalibnya, kita tak perlu bingung bin galau, karena silaturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya silaturahmi virtual. Silaturahmi dengan memanfaatkan kecanggihan tekhnologi melalui aplikasi zoom atau aplikasi telekonfrensi lainnya.

Di ruang virtual itu kita bisa bertatap muka dan bermaaf-maafan. Bisa menumpahkan rindu yang lama terpendam, misalnya. Juga canda dan tawa bisa kita olah menjadi padu, sehingga kehangatan berkumpul bersama keluarga jauh tetap kita rasakan. Dengan begitu kita tak akan kehilangan momen bahagia nan haru menikmati idul fitri.

Meski harus diakui, silaturahmi virtual tak sehangat silaturahmi sebagaimana biasanya, karena tak bertatap muka langsung. Tetapi di tengah ganasnya virus corona ini, silaturahmi menjadi satu-satunya pilihan, agar hubungan kekeluargaan tetap terjalin meski kita sedang melakukan sosial distancing.

Dalam silaturahmi, yang paling penting adalah esensinya, yaitu jalinan kekeluargaan, pertemanan dan persahabatan erat terjalin. Juga saling lempar maaf antar sesama, agar dosa-dosa yang pernah kita perbuat diampuni oleh sesama dan Tuhan Maha Esa.
Soal bertatap muka, salaman dan tegur sapa secara langsung atau daring hanyalah soal cara mengekspresikan silaturahmi.

Cara apa pun yang kita pilih yang terpenting tidak mengurangi nilai-nilai di dalamnya itu sah-sah saja, dan bahkan wajib silaturahmi virtual di tengan wabah virus korona macam sekarang ini.

Dengan melakuan silaturahmi virtual berarti kita sedang berjihad melawan hawa nafsu untuk tidak silaturahmi secara langsung di tengan ancaman virus korana, sebagaimana kita berjihad melawan hawa nafsu untuk tidak makan dan minum serta menahan nafsu-nafsu lainnya selama bulan Ramadan.

Juga dengan begitu, kita sedang mempraktikan kepedulian kita terhadap sesama. Tak menularkan virus korona dengan silaturahmi secara langsung. Silaturahmi virtual bagian dari kesalehan kita di tengah virus korona.

Soal pahala tak usah risau. Meski silaturahmi hanya di ruang virtual, tetapi pahalanya pasti sepadan dengan silaturahmi langsung, dan bahkan bisa jadi dilipatgandakan oleh Tuhan, sebab diniatkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona dan menyelamatkan nyawa sesama.

Apalagi kita berani bersabar tidak mudik dan pulang kampung, tidak salat idul fitri berjemaah di masjid dan tidak bersilaturahmi secara langsung, sudah pasti pahalanya semakin dilipatgandakan. Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Baik. Tak ada yang memadaninya.

Seberat apa pun rindu kita pikul dan sedalam apa pun hasrat kita pendam untuk silaturahmi secara langsung, bersabarlah hingga virus korana berlalu dan beranjak dari muka bumi ini. Tuntaskan silaturahmimu di ruang virtual dulu!.

Penulis Lepas dan Ketum Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan