PAMEKASAN, Limadetik.com — Wakil bupati Pamekasan Raja’e mencanangkan bulan bakti gotong royong masyarakat ke-15 dan hari kesatuan gerak PKK ke-46 di pendopo Ronggosukowati, Senin (17/12/2018).

Adapun tema  yang diangkat kali ini adalah “Ayo Bergotong-Royong Membangun Desa Menuju Pamekasan Hebat, Rajjah, Bajrah Tor Parjugha”.

Wabup Raja’e dalam sambutannya menyampaikan, “bersatu kita teguh ,bercerai kita runtuh,” katanya.

Kalimat diatas sempat populer di kalangan masyarakat Indonesia pada tahun 90-an, namun mulai jarang terdengar akhir-akhir ini.

Dikatakan, kalimat tersebut sangat singkat, namun maknanya sangat luas, yakni persatuan adalah landasan semangat yang sejak dahulu digunakan oleh para pejuang untuk membangun bangsa. Sebab budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia.

“Bahkan Presiden Soekarno pada sidang BPUPKI tahun 1945 menyatakan bahwa gotong royong merupakan jiwa dari bangsa dan masyarakat Indonesia, namun sayang budaya gotong royong ini mulai memudar dan  hampir hilang di ditengah masyarakat kita,” kata mantan Kades Bujur Barat Kecamatan Batumarmar Pamekasan itu.

Tempo dulu, lanjut wabup Raja’e sangat mudah sekali menemukan budaya gotong royong seperti saling menolong dan bekerja bhakti. Budaya tolong menolong biasanya terjadi pada aktivitas pertanian.

“Kalau di desa-desa, dikenal dengan istilah urunan antar kita, itu terus ada dalam tubuh kita, namun hari ini mulai menghilang,” tuturnya, menjelaskan.

Sebagaimana tema diatas, Wabup Raja’e mengajak masyarakat kembali menggalakkan gotong royong.

“Sebagai pengejawantahan dari kita bersama, bahwa visi-misi kita hari ini dan 5 tahun kedepan membangun Pamekasan sejahtera, melalui pembangunan dari bawah, merata dan berkelanjutan,” sambungnya.

Oleh karenanya, gotong royong adalah salah satu wujud visi dan misi yang dicanangkan kepemimpinannya di tahun-tahun yang akan datang.

Lebih lanjut mantan ketum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pamekasan ini menyampaikan, disisi yang lain, ternyata juga ada wanita-wanita hebat yang selalu mendampingi baik susah maupun senang.

Mereka adalah ibu-ibu PKK yang selalu siap andil mendampingi. Bahkan, dari 10 program yang dicanangkan, ternyata salah satu Programnya adalah gotong royong.

“Kita juga tidak bisa mengenyampingkan, ada wanita-wanita hebat yang mendampingi kita yang bisa melahirkan Pamekasan hebat,” katanya. (arif/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here