UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

Wakil Bupati Sumenep Menginginkan Ada Relawan TBC dari Pesantren Menuju Eliminasi 2030

Wakil Bupati Sumenep Menginginkan Ada Relawan TBC dari Pesantren Menuju Eliminasi 2030
FOTO: Wabup Sumenep, Hj. Dewi Khalifah

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Ny.Hj Dewi Khalifah menginginkan terbentuknya relawan penyakit Tuberkulosis (TBC) dari Pondok-Pesantren untuk memberikan edukasi dan pemahaman secara massif kepada masyarakat akan bahayanya penularan TBC.

Hal itu dikatakan Wabup Sumenep Hj Dewi Khalifah sesaat setelah membuka acara Diseminasi Hasil Program STPI di Aula Rapat Wiraraja lantai 2 Pemkab Sumenep, yang dimulai sejak pukul 09.00-12.00 WIB, Kamis (8/12/2022).

“Pemkab Sumenep beberapa waktu yang lalu kita sudah melakukan beberapa gerakan, baik melalui gerakan desa siaga TBC, termasuk edukasi melalui pesantren. Namun karena selama dua setengah tahun ini kita dihadapkan dengan persoalan covid, hingga beberapa programnya tertunda” kata Wabup Hj Dewi Khalifah.

Baca Juga :   DPC PWRI Sumenep Kecam Konten Merugikan Wartawan

Menurut Wabup Eva, kedepan Pemkab Sumenep akan lebih memaksimalkan kembali dalam mengedukasi masyarakat terkait penyebaran atau penularan penyakit TBC. Tentu, dengan melakukan langkah-langkah persuasif untuk memberikan pemahaman tentang TBC yang intinya tetap bisa diobati.

“Masyarakat kita di Sumenep kadang masih ada yang takut atau merasa malu untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas karena berfikir akan disebut macem-macem lah tentang TBC. Maka, sangat dibutuhkan dukungan dan motivasi dari keluarga sendiri. Itulah kenapa saya juga menginginkan adanya relawan dari pesantren untuk ikut ambil bagian” ungkapnya.

Baca Juga :   SDN Banbaru 1 Sumenep Disegel, KBM Berlangsung di Rumah Warga

BACA JUGA: Diseminasi Hasil Program STPI, Kadinkes P2KB Sumenep Ajak Masyarakat Bersatu Perangi TBC

Ketua PC Muslimat NU Sumenep itu juga berjanji akan melibatkan sejumlah organisasi keagamaan seperti NU dan badan otonomnya, Muhammadiyah dengan badan otonomnya, sehingga pesan-pesan tentang TBC di Sumenep bisa tersampaikan dengan baik.

“Kami (Pemkab Sumenep, red) berharap kepada seluruh elemen masyarakat seperti organisasi keagamaan di tempat-tempat pengajian bisa menyampaikan secara utuh terkait bahayanya TBC kepada jamaahnya. Karena TBC ini penyakit yang tetap bisa diobati, selama yang terkena TBC menyampaikannya kepada petugas kesehatan di tempat masing masing” terangnya.

Baca Juga :   Mendekati Tahun Politik, Pemkab Sumenep Didesak Tingkatkan Pengawasan DD-ADD

Tinggalkan Balasan