UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

Harga BBM di Pulau Sapudi Tembus Rp 20-35 Ribu Perliter

Harga BBM di Pulau Sepudi Tembus Rp 20-35 Ribu Perliter
FOTO: SPBU Kompak Kecamatan Gayam Pulau Sapudi

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Masyarakat kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikejutkan dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalie dan Pertamax yang tembus Rp 20-35 ribu perliter.

Dengan harga BBM Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu tersebut dinilai diluar kewajaran, karena semakin menambah beban bagi masyarakat kepulauan Sapudi pada umumnya, terlebih bagi para orang tua memiliki anak yang sedang berada di bangku SMP, SMA begitu juga kuli bangunan.

Salam, salah satu masyarakat pulau Sepudi mengatakan, bahwa SPBU Kompak, yang berada di Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep yang diharapkan untuk memudahan masyarakat dalam membeli BBM, namun faktanya, mafia-mafia berkeliaran di pulau Sepudi.

Baca Juga :   Kapolres Bondowoso Apel Gelar Operasi Keselamatan 2018

Hal itu dikatakan Salam dalam sebuah percakapan WhatsApp di group informasi seputar sepudi menyampaikan, bahwa harga BBM di pulau sapudi sekarang kisaran 20-35 per liter.

“Ini sudah diluar tingkat kewajaran, dengan harga BBM tembus diharga 20 ribu sampai 35 ribu, benar benar sangat menyakiti hati masyarakat. Sudah mahal juga langka di kios-kios eceran” katanya, kepada media ini, Kamis (8/12/2022).

Menyikapi persoalan harga BBM tersebut, anggota DPRD fraksi Partai Demokrat H. Zaninur Rahman saat dihubungi wartawan limadetik.com menyampaikan melalui pesan WhatsApp (WA) harga BBM di Pulau Sepudi tembus diangka 20-35 ribu perliter akibat lambatnya pendistribusian ke SPBU yang ada.

Baca Juga :   Panitia Lokal Bingung, Izin Acara Ust Hanan Attaki Belum Dikeluarkan Polres Sumenep

“Jadi untuk pengiriman besok Jumat 9 Desember 2023, saya minta diatur pendistribusian/ penjualannya. Jangan sampai semua dimonopoli oleh pemilik modal. Masyarakat harus diprioritaskan” katanya.

Menurutnya, hal tersebut sudah ia sampaikan kepada Kabag Perekonomian Setkab Sumenep, agar persoalan BBM di Pulau Sepudi bisa segera diatasi dan diawasi dengan baik.

“Sudah ada penjelasan dari Kabag perekonomian kabupaten Sumenep, bahwa akan dilakukan pengawasan lebih ketat, dan akan dipantau juga oleh pak Sekda, dan pengiriman bulan November memang separuh kuota ” jelasnya.

Diketahui, suatu kewajiban bagi H. Zainur Rahman, yang merupakan anggota DPRD dapil 7, meliputi Kecamatan Gayam, Nonggungong, Raas dan Masalembu.

Baca Juga :   Imbauan Vaksin Semua Guru Kamenag Sumenep, Kasi Pendma: Semua TPG Terbayarkan

Tinggalkan Balasan