Polemik Tanah Sewa Seumur Hidup Asal Warga Asembagus Situbondo

Anggota Gp Sakera Situbondo saat mendatangi rumah Hendra yang didampingi neneknya (Foto: Aka)

SITUBONDO, Limadetik.com – Polemik berawal dari tanah milik Pak Mat Tahir yang disewakan ke orang Cina. Yang terkait hal itu, akhirnya muncullah sertifikat hak milik atas orang Cina tersebut.

Hal tersebut diperkuat oleh pengaduan saudara Akmal yang didampingi oleh Bapaknya Haryono ke kantor Gp Sakera (Gerakan Perlawanan Anti Korupsi, Edukasi, Resistensi dan Advokasi) Kabupaten Situbondo pada hari Rabu, (14/02/2018) kemaren.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri, SP menyampaikan bahwa, “Benar mas, ada pengaduan kepada lembaga kami dan sudah menugaskan anggota yaitu Daus Rahmat, Anggi Dwi Septiawan dan Fatoni Ahmat”, saat dikonfirmasi oleh awak media dikantornya. Sabtu, (17/02/2018).

Akrab dipanggil Bang Ipul juga menambahkan, “Anggota kami mendatangi rumah saudara Akmal terkait pengaduannya terkait tentang tanah milik kakeknya bernama Mat Tahir yg disewakan kepada orang Cina saudara Nyonya Gunawan Tanuhardja”.

“Namun sekarang tanah tersebut muncul sertifikat bahwa sudah di hibahkan kepada penyewa oleh Hj. Mariam Sudira Ekkut. Kedatangan anggota Gp Sakera kerumah Akmal di Dusun Pasar Nangka, Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo dalam rangka untuk mengkonfirmasi tentang kronologis kasus tersebut bermula dirumah tersebut”, Ujar Bang Ipul.

Menurut Bang Ipul melalui konfirmasi anggotanya menjelaskan, “Kami ditemani oleh Akmal, Hendra, Haryono selaku Bapaknya dan Enneng selaku Neneknya. Hendra selaku kakak dari Akmal menjelaskan tentang Ruko milik kakeknya bernama Mat Tahir yang berlokasi di Jalan Raya Asembagus Barat Masjid Selatan Jalan”.

Lebih jauh lagi menurut Bang Ipul, konon tanah tersebut disewakan secara lisan kepada seorang warga etnis cina, bernama Nyonya Gunawan Tanuhardja. Dalam jangka waktu seumur hidup kakeknya yang bernama Mat Tahir dan biaya sewa tersebut ditukar dengan pemberian berupa sembako atau baju tiap bulan kepada kakeknya.

“Setelah kakek meninggal, Pada tahun 1999 kami berniat untuk mengurus sertifikat  tanah tersebut. Kemudian di akhir Tahun 1999 kami dikumpulkan oleh Bapak Camat di Kantor Camat Asembagus serta dihadiri pula oleh dua putri dari Nyonya Gunawan Tanuhardja bernama Po’un dan Polin yang didampingi Bu Endang selaku Petugas BPN Situbondo”, kata Hendra kepada ketiga anggota Gp Sakera dirumahnya.

Selanjutnya, “Pada pertemuan tersebut pihak Po’un dan Polin membawa sertifikat dan dibacakan oleh Bapak Camat bahwa tanah tersebut sudah dihibahkan oleh Hj. Mariam Sudira Ekkut selaku Ibu dari Mat Tahir kepada Nyonya Gunawan Tanuhardja. Selaku Kakak Kandung dari Akmal. Padahal buyut saya sudah meninggal sebelum tahun 1945”, imbuh Hendra.

Sementara itu Daus juga menyampaikan kepada Hendra, “Iya sudah mas yang penting sekarang ada kejelasan dulu mengenai kronologi kasus ini bermula. Untuk sementara sampean urus dulu surat kematiannya buyut sampean yang bernama Hj.Mariam Sudira Ekkut dan Kakek yang bernama Mat Tahir”. Sembari berpamitan pulang dari rumah Hendra. (aka/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here