SUMENEP, limadetik.com – Sebanyak 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur alami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Bencana kekeringan tersebut melanda 29 desa dari 10 kecamatan yang ada di wilayah daratan Kota Keris.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, R. Rahman Riadi mengatakan, kekeringan di Sumenep terjadi sejak bulan Juni lalu.
“Kekeringan saat ini berdampak pada masyarakat di 29 desa yang tersebar di 10 kecamatan,” katanya, Kamis (1/10/2020).
Dari 10 kecamatan yang dilanda kekeringan, di antarnya adalah Batuputih, Pasongsongan, Saronggi, Rubaru dan Kecamatan Dasuk. Dari 10 kecamatan itu, mayoritas mengalami kering kritis, kering langka sampai kering terbatas.
“Kami mendistribusikan air bersih untuk terdampak kekeringan di Desa Prancak dan Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan,” ujarnya.
Sebagai antisipasi bencana kekeringan yang berdampak pada masyarakat tersebut, pihaknya sudah melakukan sinergitas dengan seluruh perangkat daerah dan PDAM untuk mengoptimalkan penanganan bencana kekeringan.
“Kami menggelar rakor penanggulangan bencana kekeringan untuk memaksimalkan penanganan di lapangan. Dengan ketersediaan air yang masih memadai,” ucap Rahman.
Dari itu pihaknya mengimbau agar seluruh perangkat daerah, aparat di wilayah baik camat dan kepala desa agar cepat tanggap dalam merespon laporan dari masyarakat, sehingga penanggulangan bisa lebih optimal. (hoki/yd)