BRIDA Sumenep Catat Lonjakan Inovasi, 217 Program Lahir Sepanjang 2025 Dorong Pelayanan Publik Makin Modern

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 03:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIDA Sumenep Siswahyudi Bintoro

Kepala BRIDA Sumenep Siswahyudi Bintoro

BRIDA Sumenep Catat Lonjakan Inovasi, 217 Program Lahir Sepanjang 2025 Dorong Pelayanan Publik Makin Modern

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus memperkuat budaya inovasi sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sepanjang tahun 2025, BRIDA mencatat sebanyak 217 inovasi lahir dari berbagai perangkat daerah, fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, BUMD, UMKM hingga masyarakat.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 53 inovasi, sekaligus menjadi bukti semakin kuatnya komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berbasis digital.

Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Siswahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si., mengatakan peningkatan jumlah inovasi tersebut merupakan indikator tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat.

Menurutnya, inovasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga menjadi instrumen dalam mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan, stunting, angka kematian ibu dan anak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan semakin banyak inovasi yang lahir, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah diakses melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

OPD dan Puskesmas Jadi Penyumbang Terbesar

Dari total 217 inovasi, sebanyak 73 inovasi berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 105 inovasi dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumenep, sedangkan sisanya berasal dari kecamatan, kelurahan, BUMD, lembaga pendidikan, UMKM, serta masyarakat.

BRIDA sendiri mengembangkan sejumlah inovasi unggulan, di antaranya SIMBRIDA, DIGAJI, KERIS, Jurnal Karaton, Live Podcast BRIDA, Sumenep Technolab, SISTA MITRA, hingga Smart PKL berbasis Internet of Things (IoT).

Sementara itu, berbagai OPD lainnya juga melahirkan inovasi sesuai bidang pelayanan masing-masing.

BKAD menghadirkan SADeKaH, DPMPTSP mengembangkan SINANTI, Bappeda meluncurkan SIMPEL, BKPSDM menghadirkan LAYAK MANIS dan SILAHKAN.

Disdukcapil menjadi salah satu OPD dengan inovasi terbanyak melalui 13 layanan inovatif, seperti SIKERIS, KARE MATOR, ANANDA KITA, PADUKA, hingga SPONTAN Lapor Bupati.

Dinas Kesehatan P2KB juga mengembangkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan seperti SIGAP IBU, SIAP LAHIR, MATA STUNTING, GERCEP SEHAT, dan SPODS SPM.

Selain itu, inovasi juga lahir dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Pendidikan, DKUPP, Dinas Kominfo, Bapenda, Inspektorat, DLH, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Disbudporapar, Bagian Hukum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Umum, Satpol PP, RSUD dr. H. Moh. Anwar, hingga UPT Laboratorium Kesehatan Daerah.

Kecamatan Ikut Berinovasi

Budaya inovasi juga berkembang hingga tingkat kecamatan.

Beberapa inovasi yang lahir antara lain JAMPER+ dan SEMANGKA TALANGO dari Kecamatan Talango.

DHAPOR, PAJU BUMDES, SUPER PENTING, serta PANGESTO dari Kecamatan Pasongsongan.

RATU ADIRASA dari Kecamatan Raas.

PASTE DIGITAL dari Kecamatan Batuan.

SAMBAT dari Kecamatan Guluk-Guluk

SIMPEDES dari Kecamatan Rubaru.

SAPOAN, CENTINI, SHOLLU, BU SAMING, dan DO’A PAGI dari Kecamatan Pragaan.

BERAS TUMPANG dari Kecamatan Saronggi.

LIGA TANI SANG RAJA BATUPUTIH dan KAPEDAL dari Kecamatan Batuputih.

Serta JEBOL WATI dari Kecamatan Sapeken.

Puskesmas Dominasi Inovasi

Sebanyak 105 inovasi berasal dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumenep.

Puskesmas Pamolokan menjadi salah satu penyumbang inovasi terbanyak melalui program MIMI PERI KATE, LAKAR BERES, MATCHA, SELENTING CINTA, PONDASI, YUTUBER KELILING, HEYLINK, KANCANA ATHE, dan PELITA.

Puskesmas Guluk-Guluk menghadirkan sembilan inovasi, di antaranya PAK GANTENG, SALING RINDU, SAMPER BUMILA, JUMPA SAFERA, SIIPIN, LOKER TARUNG, KLEPHONE, BERSAMA KA’MUGI, dan NGANJHUH ABHERENG.

Sementara Puskesmas Legung menghadirkan BISIK dan APA KABAR IBU MIA.

Sedangkan Puskesmas Ambunten mengembangkan KENCAN BERDUA, Ketawa Bersama, POJUR, E-Stok Obat, dan GEPEK GRATIS.

Inovasi serupa juga dikembangkan oleh seluruh Puskesmas lainnya, mulai dari Dungkek, Pandian, Ganding, Batang-Batang, Pragaan, Batuputih, Batuan, Gapura, Rubaru, Saronggi, Moncek, Kalianget, Pasongsongan, Bluto, Kangayan, Nonggunong, Sapeken, Lenteng, Manding, Arjasa, Gayam, Dasuk, Masalembu, Talango, Giligenting hingga Raas dengan fokus pada penurunan stunting, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan, kesehatan jiwa, serta digitalisasi layanan kesehatan.

Pendidikan, BUMD dan Masyarakat Turut Berkontribusi

Selain pemerintah, inovasi juga datang dari berbagai elemen masyarakat.

Kelurahan Kepanjin menghadirkan KEJUBEL, PESAN KLIMAK, BERDADU, dan SIPELOK KEPANJIN.

PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengembangkan BERANI SIMPEL untuk pelayanan simpanan pelajar.

Di sektor pendidikan, SMAN 1 Sumenep melahirkan tiga inovasi berupa Cooling Box berbasis Underwater Turbine System, eksplorasi tanaman liar Pulau Kangean sebagai penyedap rasa alami, dan Drone Surveillance System (DEES) untuk mendukung perikanan berkelanjutan.

Sementara itu, SMKN 1 Sumenep menghadirkan SIPKL, PENS PSDKU Sumenep mengembangkan aplikasi Sumenep Bersih.

SMP Binar Junior High School meluncurkan Kurikulum SDGs, SDN Pangarangan 3 menghadirkan KaryaKoin, serta PAUD HI El-Fath mengembangkan Si KASEH.

Dari unsur masyarakat, GO UMKM menghadirkan UMKM Halal Hub.

Komunitas Petani Milenial mengembangkan Pupuk Organik, Tim SOMBHER melahirkan inovasi SOMBHER (Songenep Akabher), sedangkan Arasa Sociopreneur Action menghadirkan program Sedekah Sampah dan Beasiswa Sedekah Sampah.

Dengan lonjakan inovasi dari 53 inovasi pada 2024 menjadi 217 inovasi pada 2025, BRIDA optimistis budaya inovasi di Kabupaten Sumenep akan terus berkembang.

“Pemerintah berharap seluruh inovasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat” pungkas Kepala BRIDA Sumenep itu.

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Sumenep Apresiasi Pengabdian Polri dan Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Daerah
Ratusan Desa di Sumenep Bersiap Pilih Kepala Desa Baru, Pemkab Pastikan Anggaran Siap
Tak Perlu Pindah-Pindah Poli, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan Poli Terpadu, Berobat Kini Lebih Mudah
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan dan Penguatan Ekonomi Sumenep, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Sajikan Data Akurat
Bupati Fauzi Tegaskan Pawai Muharram Jadi Agenda Tahunan Pemkab Sumenep
HMP PGSD UPI Sumenep Resmi Buka Pendaftaran OPEC 2026 Tingkat Jawa Timur
Antrean BBM di Sumenep Membludak, Pemkab Pastikan Stok Aman dan Distribusi Normal
Threefive Group Bersama Police Enjoy 246 Sukses Meriahkan Trail Adventure Bhayangkara Polres Sampang

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 03:50 WIB

BRIDA Sumenep Catat Lonjakan Inovasi, 217 Program Lahir Sepanjang 2025 Dorong Pelayanan Publik Makin Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 03:18 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Sumenep Apresiasi Pengabdian Polri dan Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Daerah

Selasa, 30 Juni 2026 - 05:46 WIB

Ratusan Desa di Sumenep Bersiap Pilih Kepala Desa Baru, Pemkab Pastikan Anggaran Siap

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:15 WIB

Tak Perlu Pindah-Pindah Poli, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan Poli Terpadu, Berobat Kini Lebih Mudah

Senin, 29 Juni 2026 - 15:50 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan dan Penguatan Ekonomi Sumenep, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Sajikan Data Akurat

Berita Terbaru