Jangan Ada Kesenjangan, Kadisdik Sumenep Desak MBG Merata hingga Kepulauan dan Pedalaman

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, M.Pd

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, M.Pd

Jangan Ada Kesenjangan, Kadisdik Sumenep Desak MBG Merata hingga Kepulauan dan Pedalaman

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa, tetapi juga dari kualitas, keamanan, dan pemerataan layanan hingga ke sekolah-sekolah di wilayah pedalaman dan kepulauan.

Penegasan itu disampaikan Iksan saat menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Ngombe (Ngobrol MBG) yang digelar Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, program strategis nasional tersebut memiliki peran besar dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka stunting. Karena itu, pelaksanaannya harus dikawal secara serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik.

BACA JUGA  RSUD Sumenep Perkuat Budaya Mutu, dr. Erliyati: Pelayanan Berkualitas Harus Terus Ditingkatkan

“Program ini sangat baik karena mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak dan mempercepat penanganan stunting. Tetapi kualitas makanan tidak boleh diabaikan. Makanan yang diberikan harus bersih, aman, dan memenuhi standar gizi,” ujar Iksan.

Ia menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah. Menurutnya, pengawasan yang lemah berpotensi memunculkan persoalan yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Selain kualitas makanan, Iksan juga menyoroti pentingnya pemerataan pelaksanaan program. Ia mengingatkan agar sekolah-sekolah di wilayah kepulauan dan pedalaman tidak tertinggal hanya karena faktor geografis.

“Jangan sampai pelaksanaan MBG hanya berjalan optimal di wilayah perkotaan. Anak-anak di daerah pedalaman dan kepulauan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan makanan bergizi dengan kualitas yang sama,” tegasnya.

BACA JUGA  Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Sumenep Apresiasi Pengabdian Polri dan Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Daerah

Ia mengakui distribusi menuju wilayah kepulauan memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan daerah daratan. Namun kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan perencanaan distribusi yang lebih matang dan sistem pengawasan yang lebih kuat.

“Kondisi geografis memang menjadi tantangan, tetapi bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru perlu ada strategi khusus agar makanan tetap sampai dalam kondisi layak konsumsi, tepat waktu, dan memenuhi standar kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, Iksan menilai keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyedia makanan, sekolah, hingga masyarakat. Komunikasi yang baik, menurutnya, menjadi kunci untuk mengantisipasi berbagai persoalan di lapangan.

“Kalau ada kendala harus segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, program ini akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya.

BACA JUGA  Pelantikan Camat Definitif Sapeken Dinilai Harus Menjadi Titik Awal Pembenahan Persoalan Kepulauan

Pada kesempatan tersebut, Iksan juga memberikan apresiasi kepada PWRI Kabupaten Sumenep yang menginisiasi FGD sebagai forum diskusi dan evaluasi pelaksanaan MBG.

Ia menilai media memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi kepada publik, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam melakukan kontrol sosial agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai tujuan.

FGD Ngombe menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep.

Forum tersebut diharapkan melahirkan berbagai rekomendasi guna memperkuat sistem pengawasan, menjamin pemerataan layanan hingga wilayah kepulauan, serta memastikan setiap siswa memperoleh makanan yang aman, bergizi, dan berkualitas.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes P2KB Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di JJS BPRS Bhakti Sumekar
Ratusan Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Turun ke Jalan, Wabup Sumenep Bicara Makna Kemerdekaan
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Soliditas Karyawan
Perkuat Peran Mabigus, Kwaran Batuputih Gembleng Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka Lewat Diklat Orientasi
Lepas Kontingen Jambore Nasional, Wabup Sumenep: Jaga Disiplin dan Harumkan Nama Daerah
BPRS Bhakti Sumekar Optimistis Pramuka Sumenep Mampu Harumkan Nama Daerah di Jambore Nasional
Korban Kebakaran Kapal Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siagakan Seluruh Unsur
Menhub Temui Bupati Sumenep, Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat Tangani Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di JJS BPRS Bhakti Sumekar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Ratusan Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Turun ke Jalan, Wabup Sumenep Bicara Makna Kemerdekaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Semangat Kemerdekaan Jadi Energi BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Soliditas Karyawan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Perkuat Peran Mabigus, Kwaran Batuputih Gembleng Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka Lewat Diklat Orientasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Lepas Kontingen Jambore Nasional, Wabup Sumenep: Jaga Disiplin dan Harumkan Nama Daerah

Berita Terbaru