Lahan Siap, Akses Aman, Bupati Fauzi Dorong Sekolah Rakyat Segera Dibangun

- Penulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Fauzi usai mengikuti pidato Kenegaraan Presiden RI secara daring di Gedung DPRD Sumenep

Bupati Fauzi usai mengikuti pidato Kenegaraan Presiden RI secara daring di Gedung DPRD Sumenep

Lahan Siap, Akses Aman, Bupati Fauzi Dorong Sekolah Rakyat Segera Dibangun

limadetik.com/, SUMENEP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak ingin program Sekolah Rakyat berhenti pada tahap wacana. Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan alternatif lahan yang dinilai lebih strategis, aman, dan mudah diakses untuk mendukung realisasi program prioritas pemerintah pusat tersebut.

Penegasan itu disampaikan Fauzi usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Sumenep, Jumat (14/8/2026), dalam agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI H. Prabowo Subianto menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fauzi mengatakan, kesiapan lahan menjadi salah satu hal penting yang harus dipenuhi daerah agar program pemerintah pusat benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga pelosok desa.

“Yang pertama kita menyesuaikan dengan apa yang menjadi beberapa harapan pemerintah pusat. Yang pertama adalah akses jalan. Akses jalan mereka minta tidak jauh dari posisi lahan,” tegas Fauzi.

Menurutnya, lahan yang sebelumnya dipertimbangkan belum memenuhi pertimbangan utama terkait aksesibilitas. Lokasinya dinilai terlalu jauh dari akses jalan sehingga Pemkab Sumenep kemudian mengambil langkah cepat dengan menyiapkan lokasi alternatif.

“Akses lahan yang pertama terlalu jauh, maka kita diminta pindah,” jelasnya.

Pemkab Sumenep, lanjut Fauzi, kini telah menemukan lahan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari akses jalan besar dan memungkinkan untuk dibangun fasilitas pendidikan.

“Kebetulan ada lahan yang tidak terlalu jauh dari sini dan tidak terlalu jauh dari jalan besar dan bisa dibangun untuk sekolah. Aman kalau di situ,” ujarnya.

Yang tak kalah penting, kata Fauzi, persoalan lahan tersebut telah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Dengan demikian, Pemkab Sumenep kini tinggal menunggu tahapan berikutnya untuk memastikan program tersebut segera berjalan.

“Sudah, sudah di kementerian. Insyaallah dalam waktu dekat,” katanya.

Bukan Sekadar Bangun Sekolah

Fauzi menegaskan, Sekolah Rakyat harus dilihat sebagai bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Program tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap sejumlah sektor strategis, mulai dari ketahanan energi, ketahanan pangan hingga penyiapan generasi masa depan.

Ia menilai, keberadaan program pemerintah pusat yang mulai menjangkau wilayah-wilayah pelosok merupakan bukti bahwa pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

“Kita semua bisa melihat bahwa ada keseriusan pemerintah dalam rangka yang pertama berkaitan dengan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan bagaimana pemerintah konsen berkaitan dengan penyiapan generasi-generasi masa depan bangsa,” ungkapnya.

Bagi Sumenep, kesiapan lahan Sekolah Rakyat menjadi langkah konkret untuk memastikan anak-anak di daerah mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik.

Pemkab pun memastikan aspek lokasi tidak akan menjadi hambatan. Lahan yang disiapkan diprioritaskan berada di lokasi yang aman, dekat dengan akses jalan, dan memungkinkan pembangunan sekolah secara optimal.

Dengan lahan yang telah disiapkan dan usulan yang sudah berada di kementerian, Pemkab Sumenep kini mendorong agar realisasi Sekolah Rakyat segera masuk ke tahap berikutnya.

Pesannya jelas: lahan sudah disiapkan, akses sudah diperhitungkan, dan pemerintah daerah siap mengawal agar program pusat tersebut benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat Sumenep.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Dilema Pembentukan RUU Perampasan Aset: Antara Urgensi Substansi dan Pragmatisme Prosedur
Dukung Gerakan Wakaf 100 Persen Keuntungan Untuk Yatim & Dhuafa, Haji Her Beli 2 Kg Emas di Central 88 Gold dan Borong Dagangan PKL di Arek Lancor
Central 88 Gold and Jewellery Resmi Soft Opening di Pamekasan, Usung Konsep “Membeli Sambil Berbagi”
Respons Kekeringan Pamekasan, Legislator Senayan Hj. Ansari Wujudkan Bantuan Sumur Bor Siap Pakai
Perbaikan Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Lebih Disorot, Advokat: Mari Kawal Bersama, Jangan Dikorupsi Ugal-ugalan
Merajut Konstitusionalisme Partisipatif: Jalan Hukum Tata Negara Membentuk Warga Negara Cerdas dan Berkualitas
BSBK Bondowoso Geser Anggaran untuk Perbaikan Jembatan Wonoboyo di Rancangan Perubahan KUA PPAS 2026
Ribuan Pelajar Tampilkan Budaya di Hari Jadi ke-207 Bondowoso
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:25 WIB

​Dilema Pembentukan RUU Perampasan Aset: Antara Urgensi Substansi dan Pragmatisme Prosedur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Dukung Gerakan Wakaf 100 Persen Keuntungan Untuk Yatim & Dhuafa, Haji Her Beli 2 Kg Emas di Central 88 Gold dan Borong Dagangan PKL di Arek Lancor

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Central 88 Gold and Jewellery Resmi Soft Opening di Pamekasan, Usung Konsep “Membeli Sambil Berbagi”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Respons Kekeringan Pamekasan, Legislator Senayan Hj. Ansari Wujudkan Bantuan Sumur Bor Siap Pakai

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Perbaikan Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Lebih Disorot, Advokat: Mari Kawal Bersama, Jangan Dikorupsi Ugal-ugalan

Berita Terbaru