Khofifah Soroti Trauma Korban Gempa Manggarai: Lansia dan Anak Tak Boleh Terabaikan

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu pengungsi lansia korban gempa NTT

Saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu pengungsi lansia korban gempa NTT

Khofifah Soroti Trauma Korban Gempa Manggarai: Lansia dan Anak Tak Boleh Terabaikan

limadetik.com/, MANGGARAI — Penanganan pascagempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak boleh berhenti pada distribusi bantuan dan pelayanan medis. Di tengah kondisi pengungsian, ancaman lain yang tak kasatmata ikut menghantui korban, yakni trauma psikologis.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia membutuhkan perhatian khusus agar dampak psikologis akibat bencana tidak berkembang menjadi persoalan berkepanjangan.

Pesan itu disampaikan Khofifah saat menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan CSR di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026).

“Bukan hanya kebutuhan logistik yang harus kita pikirkan. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga penting, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” kata Khofifah.

Pemprov Jatim telah menurunkan lima personel Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Tim tersebut sudah tiga hari berada di lokasi untuk melakukan pendampingan kepada warga terdampak.

Khofifah menyebut keberadaan tim tersebut bukan sekadar pelengkap penanganan bencana. Trauma healing, konseling dan penguatan psikologis diperlukan agar para penyintas mampu kembali membangun rasa aman setelah menghadapi gempa.

“Kami mengirim tim LDP, Layanan Dukungan Psikososial. Tim LDP ini ada lima orang yang sudah tiga hari berada di sini. Ini tim trauma healing,” ujarnya.

Trauma Tidak Hilang Sekali Pertemuan

Khofifah mengingatkan bahwa pemulihan psikologis membutuhkan proses. Karena itu, pendampingan tidak boleh berhenti setelah bantuan disalurkan atau ketika kondisi darurat mulai mereda.

Bagi lansia, tim memberikan pendampingan untuk membantu mengendalikan kepanikan, menenangkan perasaan serta mengurangi tekanan psikologis setelah mengalami bencana.

Teknik defusing dan debriefing juga digunakan sebagai bagian dari proses pendampingan. Penyintas diberikan ruang untuk menceritakan pengalaman mereka sehingga rasa takut dan kepanikan dapat dikelola secara bertahap.

Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mencegah munculnya secondary trauma atau trauma lanjutan.

“Prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, selama masih dalam situasi bencana dan pengungsian, pendampingan perlu terus dilakukan,” tegasnya.

Lansia di Pengungsian Tak Boleh Terlewat

Selain persoalan psikologis, kondisi kesehatan lansia di lokasi pengungsian menjadi perhatian serius. Situasi pengungsian pascagempa membuat kelompok tersebut membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan yang lebih intensif.

Untuk memperkuat layanan medis, Pemprov Jatim sebelumnya mengirimkan tujuh dokter ortopedi serta 10 dokter dan perawat ke RSUD Ruteng. Bantuan juga diperkuat dengan pengiriman 14 jenis obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

“Untuk para lansia, mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan. Kita berharap layanan kesehatan bisa berjalan dengan baik sehingga mereka merasa lebih aman dan tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini,” kata Khofifah.

Bagi Khofifah, pemulihan korban gempa tidak cukup diukur dari berapa banyak bantuan yang tiba di lokasi. Yang tak kalah penting adalah memastikan warga terdampak benar-benar mendapatkan rasa aman, layanan kesehatan dan dukungan psikologis.

Karena itu, ia mengajak seluruh unsur—pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha dan masyarakat—untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menangani dampak bencana.

“Kita semua bersaudara. Mudah-mudahan yang sakit segera sembuh dan seluruh warga diberikan kekuatan. Yang penting sekarang bagaimana kita bersama-sama memberikan penguatan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian ini,” pungkas Khofifah.

Facebook Comments Box

Penulis : Pulung Chausar

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Dilema Pembentukan RUU Perampasan Aset: Antara Urgensi Substansi dan Pragmatisme Prosedur
Dukung Gerakan Wakaf 100 Persen Keuntungan Untuk Yatim & Dhuafa, Haji Her Beli 2 Kg Emas di Central 88 Gold dan Borong Dagangan PKL di Arek Lancor
Central 88 Gold and Jewellery Resmi Soft Opening di Pamekasan, Usung Konsep “Membeli Sambil Berbagi”
Respons Kekeringan Pamekasan, Legislator Senayan Hj. Ansari Wujudkan Bantuan Sumur Bor Siap Pakai
Perbaikan Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Lebih Disorot, Advokat: Mari Kawal Bersama, Jangan Dikorupsi Ugal-ugalan
Merajut Konstitusionalisme Partisipatif: Jalan Hukum Tata Negara Membentuk Warga Negara Cerdas dan Berkualitas
BSBK Bondowoso Geser Anggaran untuk Perbaikan Jembatan Wonoboyo di Rancangan Perubahan KUA PPAS 2026
Ribuan Pelajar Tampilkan Budaya di Hari Jadi ke-207 Bondowoso
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:25 WIB

​Dilema Pembentukan RUU Perampasan Aset: Antara Urgensi Substansi dan Pragmatisme Prosedur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Dukung Gerakan Wakaf 100 Persen Keuntungan Untuk Yatim & Dhuafa, Haji Her Beli 2 Kg Emas di Central 88 Gold dan Borong Dagangan PKL di Arek Lancor

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Central 88 Gold and Jewellery Resmi Soft Opening di Pamekasan, Usung Konsep “Membeli Sambil Berbagi”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Respons Kekeringan Pamekasan, Legislator Senayan Hj. Ansari Wujudkan Bantuan Sumur Bor Siap Pakai

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Perbaikan Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Lebih Disorot, Advokat: Mari Kawal Bersama, Jangan Dikorupsi Ugal-ugalan

Berita Terbaru

Anas Urbaningrum

Opini

Saran Ringan UU Politik “2029”

Senin, 14 Sep 2026 - 15:18 WIB