Cerita Pekerja SPPG Kalianyar Tamanan di Balik Program MBG
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi gagasan Presiden Prabowo Subianto mulai memperlihatkan dampak nyata hingga ke tingkat paling bawah.
Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso, program ini tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Limadetik.com mencoba berkunjung saat aktivitas dapur SPPG Kalianyar Tamanan masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak sibuk menyiapkan masakan pangan yang akan didistribusikan untuk kebutuhan makan bergizi anak-anak sekolah.
Salah satu pekerja, Muhammad Gufron (21), mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan SPPG, dirinya bekerja tak menentu, kadang kerja diburuh kontruksi bangunan dan pernah di luar kota jadi karyawan pabrik. Ia kemudian mendaftar sebagai pekerja dapur setelah mengetahui adanya rekrutmen tenaga kerja dari program tersebut.
“Saya sebelumnya pernah kerja di Sidoarjo di pabrik minyak goreng, kalau disini ya serabutan, ikut kerja bangunan kadang di sellep beras. Masuk ke sini lewat pendaftaran, kebetulan alamat saya juga dekat, paling satu menit sudah sampai,” kata Gufron pada Limadetik.com, Rabu (14/1/2026).
Di SPPG Kalianyar Tamanan Gufron bertugas di bagian pemorsian. Tugasnya meliputi menaruh makanan yang sudah siap ke wadah ompreng yang sudah disiapkan, mengepak, menyusun dan diikat kuat dengan tali.
“Kalau makanan sudah siap sudah masak, kita masukkan ke wadah, kalau semua jenis sudah masuk kita tutup lalu susun kemudian diikat kuat dengan tali agar tidak mudah lepas,” sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem kerja di SPPG telah diatur sesuai standar operasional prosedur (SOP). Jam kerja dimulai sejak pukul 03.00 WIB dini hari hingga jam 09.00 dengan durasi kerja sekitar tujuh – delapan jam.
“Kerjanya 7 – 8 jam, mulai jam tiga sebelum subuh sampai selesai,” kata Gufron yang asli putra Desa Kalianyar Kecamatan Tamanan.
Menurut Gufron, program MBG yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki nilai strategis, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
“Program ini sangat baik, terutama untuk anak-anak, supaya pertumbuhannya baik dan tidak terjadi stunting. Gizinya juga tercukupi,” tuturnya.
Ia menilai, kehadiran dapur SPPG sebagai ujung tombak pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa kebijakan nasional dapat berdampak langsung di tingkat lokal.
“Cukup baik lah programnya, cukup baik,” ujarnya.
Dari sisi kesejahteraan, Gufron menyebutkan bahwa sistem pengupahan di SPPG dilakukan secara rutin dua kali dalam sebulan. Menurutnya, penghasilan yang diterima sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Gaji satu bulan dua kali, dua minggu sekali. Alhamdulillah cukup,” katanya.
Lebih jauh, Gufron berharap program MBG tidak berhenti sebagai kebijakan jangka pendek, melainkan dapat terus berlanjut dan diperkuat ke depan.
“Harapannya program ini tetap berlanjut, karena sangat baik untuk masyarakat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa manfaat terbesar dari program ini dirasakan langsung oleh anak-anak sebagai penerima utama makan bergizi gratis.
“Terutama untuk anak-anak, ini program yang sangat baik,” pungkas Muhammad Gufron.












