https://limadetik.com/

“About Life” Artikel, Oleh Ahmad Marzuqi

  • Bagikan
IMG 20200101 WA0073

Rabu, 1 Januari 2020
Siapakah kamu dulu adalah kamu hari ini,
siapakah kamu nanti adalah kamu hari ini.

Limadetik.com –  Adakah manusia yang tidak memiliki mimpi? Seburuk apapun kondisinya, pastinya mereka mempunyai mimpi, anak kecil misalnya. Dulu saat saya masih kecil, pernah bermimpi ingin menjadi robot penyelamat seperti Ultramen hehehe. Saya yakin sekali menjadi hebat adalah impian banyak orang.

https://limadetik.com/

Lalu how about you dream? Kalian ingin menjadi apa nantinya? Apakah yang harus kalian lakukan untuk bisa mendapatkan itu? Menurut Albert Einstein “Hidup ini seperti sepeda, untuk tetap seimbang kita harus terus bergerak.” Jika dalam proses menggapai mimpi terdapat masalah maka masalah itu adalah garam dalam masakan, jika dalam proses merealisasikan mimpi tersebut terdapat rintangan maka itu adalah sesendok gula pada secangkir kopi, jika dalam proses mewujudkan mimpi itu terdapat kekacauan maka kekacauan itu adalah udara dingin dalam teriknya siang, jika terdapat jika-jika yang lebih banyak lagi, maka percayaah proses terbentukmu sangtlah bagus.

Manusia harus bergerak untuk seimbang, yang hanya hoby rebahan hanya akan sampai diatas kasur dan merangkai peta dalam bantal. Tetapi yang bertekad untuk gerak akan berada di tempat yang dia inginkan. Banyak dari kita yang terlalu takut untuk mencoba hal-hal baru, seperti membuka usaha. Meskipun sebenarnya banyak peluang yang akan didapatkan dari mencoba.

Lantas hal apakah yang menjadikan dasar utama untuk mampu meraih mimpi? Yaps benar sekali, berani! Secerdas apapun orang tersebut, setinggi apapun IQ-nya, namun jika dia tidak memiliki mental yang cukup untuk membawa IQ-nya dan dia tidak memiliki keberanian untuk mengimprove IQ-nya, semua akan menjadi sia-sia. Pengetahuan sebanyak itu hanya akan dinikmati sendiri. Percayalah manusia yang berani adalah mereka yang selalu didepan. Orang besar dalam sejarah selalu dididik menjadi berani sejak dini, karena mereka bukan generasi rebahan yang selalu sambat, ambyar dan mengeluhkan masalah hidup.

“Sebenernya mudah kok, apalagi sepintar kamu, pasti lebih mudah dari gerakan poco-poco,” kalimat sederhana itu sangat membangkitkan semangat. Mudah saja sebenarnya, berfikir positif dan atmosfer akan membaik. Merasa baik namun bukan karena sombong, tetapi sebagai apresiasi dan mensyukuri keadaan hari ini. Sampai saat dimana kita bisa berdiri dan berbuat kebaikan. Berdiri dan mampu melaksankan tugas terbaik sebagai manusia yang berakal cerdas dan berani berbuat baik dan mencegah hal buruk. Tugas mulia dari Tuhan Yang Maha Esa harusnya kita laksanakan dengan penuh semangat dan antusias.

Dalam hidup, terkadang kita butuh untuk menyinergikan beberapa peran kita. Karena sering sekali kita dituntut untuk mampu berperan dalam bidang B atau C, yang sebenanrnya basic kita adalah A. Menjadi manusia yang memiliki berbagai macam kemampuan adalah solusi terbaik dalam hidup. Lantas bagaimana jika kita tidak menemukan basic pada diri kita? Find it!
Untuk meraih kesuksesan, tidaklah cukup dengan melakukan yang terbaik.

Terkadang kita harus melakukan apa yang diperlukan, kita harus memilih. Hidup kita berisi pilihan-pilihan. Maka senantiasalah berpikir dengan jernih, pilihan mana yang paling banyak memberikan dampak bagi kebaikan hidup. Baik hidup kita maupun orang lain. Karena hidup tidaklah perihal diri kita sendiri, namun hidup juga tentang bagaimana menjalin hubungan baik dengan lingkungan dan yang menempati lingkungan. Ingatlah segala sesuatu jika dimudahkan lantas untuk apa ia diciptakan? Inilah yang kita sebut dengan passion

.Ahmad Marzuqi. College Student of Sun Yat-sen University. Guangzhou, Guangdong, China.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan