https://limadetik.com/

Opini: Dampak Covid-19

  • Bagikan
IMG 20200404 090826

Sabtu, 4 April 2020
Limadeti.com – Olehi: Yant Kaiy.

Di beberapa akun sosial media yang saya miliki, saban hari selalu ada kiriman foto-foto kreatif, anekdot, sticker, wallpaper, dan kalimat-kalimat lucu dari teman-teman menghias suasana hati menjadi ceria. Di tengah hati galau, sosial media terkadang menjadi penyeimbang. Menjadi penghibur.

https://limadetik.com/

Ada pula dari mereka mengirimkan video dan audio serta gambar-gambar kartun membikin senyum bahagia. Mereka menjadi inspiratif, imanijatif dalam mengisi nuansa kekhawatiran. Bahkan mungkin ada sebagian besar masyarakat panik dengan adanya wabah virus corona.

Semua akan wajar kalau panik itu masih diambang batas. Tapi kepanikan berlebihan tentu akan membuat suasana di rumah akan kurang nyaman. Padahal kepanikan yang terlalu akan membuat diri kita stres, depresi. Menurut Ibnu Sina, ahli kedokteran modern; bahwa kepanikan adalah separuh dari penyakit, sedangkan ketenangan adalah separuh dari obat, dan kesabaran adalah sebuah permulaan kesembuhan.

Maka anjuran pemerintah untuk stay at home (tinggal di rumah) dalam menghadapi epidemi virus corona sangatlah tepat. Disamping itu bisa pula memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dari sudut agama hal ini terkandung hikmah luar biasa. Ini akan menjadikan kita untuk senantiasa bermuhasabah.

Mengevaluasi diri apa-apa yang telah dilakukan dimasa lampau dan selalu berniat untuk mengerjakan lebih baik lagi diwaktu mendatang agar mendapatkan ridho Allah. Jika manusia bersandar pada agama yang benar, insya Allah ketenangan jiwa akan dapat diraih

Penulis wartawan limadetik.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan