https://limadetik.com/

Buntut BOP, Pengurus Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam Akan Temui Kapolres Sumenep Pagi Ini

  • Bagikan
Buntut BOP, Pengurus Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam Akan Temui Kapolres Sumenep Pagi Ini
FOTO: Kantor Polres Sumenep (arsip)

SUMENEP, Limadetik.com – Hari ini, Rabu (23/06/2021) pukul 09.00 WIB Kapolres baru Sumenep Madura, Jawa Timur, AKBP Rahman Wijaya akan didatangi peserta audiensi dari Pengurus Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep dan Perwakilan dari Yayasan Siratul Islam Pordapor Guluk-Guluk Sumenep.

Menurut Noval, salah satu perwakilan dari Siratul Islam, selama ini Polres Sumenep memiliki banyak tunggakan perkara, “Kami akan sampaikan langsung kepada Kapolres yang baru melalui audiensi, sehingga Kapolres baru mengerti perkara-perkara mana saja yang potensial menimbulkan kegaduhan dan potensial memicu kerumunan di Polres Sumenep”, kata Noval kepada media ini.

https://limadetik.com/

Noval juga berharap agar Transformasi Polri Presisi tidak hanya slogan belaka, melainkan kerja nyata. Polri Presisi menurut Noval, hendaknya jangan sekadar sloganik.

“Polri pesisi harus diterjemahkan secara nyata dalam kerja, terutama internal SDM Polres Sumenep dulu, terutama Reskrim. Kapolres Sumenep harus serius dalam meningkatkan kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap institusi Polri” tegasnya.

Bahkan menurutnya, Pemulihan Ekonomi Nasional menuju Indonesia Maju dapat dilakukan dari hal kecil seperti penanganan BOP Annuqayah secara cepat, sebab selain pemalsuan dokumen perkara tersebut berkaitan dengan uang negara yang digelapkan dan atau dikorupsi oleh para pemain.

“Indonesia sudah susah karena Covid-19, tapi uang negara masih dimakan juga oleh tikus-tikus lapar, Polres Sumenep harus kerja cepat, jangan melamban-lambankan kasus BOP Annuqayah,” tandas Noval sebelum berangkat audiensi kepada media dan belum mau membocorkan materi audiensi yang akan disampaikan.

Sementara menurut Junaidi, Polres Sumenep selama ini sangat lamban dalam menangani perkara, sampai saat ini kasus Biaya Operasional Pesantren (BOP) masih lidik dan belum ada Tersangka, padahal kasus ini berpotensi menimbulkan keributan yang laten.

“Suatu waktu kerumunan massa bisa meledak di Polres Sumenep akibat lambannya penanganan perkara yang melibatkan Annuqayah daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam. SP2HP menyampaikan H. Anas mangkir dari undangan Polres”, ujar Junaidi.

Adapun Hamidi, perwakilan dari Siratul Islam yang lain menyatakan, dasar penilaian terhadap lambannya kinerja Polres Sumenep tersebut banyak indikator, selain BOP Annuqayah salah satunya adalah kasus ijazah palsu Kades Guluk-Guluk Sumenep Madura yang sejak 2018 tidak jelas ujung pangkalnya, seolah-olah menjadi mainan.

“Selain itu ada penggelapan sepeda motor yang sejak September 2020 tidak jelas ujung pangkalnya, ada juga laporan rakyat kecil tentang ancaman dan pemerasan melalui ITE sejak Juli 2020 tidak jelas ujung pangkalnya. Itu baru contoh sebagian kecil, belum perkara-perkara lain yang pernah menjadi atensi jurnalis di Sumenep”, kata Hamidi kepada media ini sebelum berangkat ke Polres Sumenep.

(vl/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan