https://limadetik.com/

Kasat Lantas Polres Sumenep: Vaksinasi di KB Samsat Tidak ada Paksaan

  • Bagikan
Kasat Lantas Polres Sumenep: Vaksinasi di KB Samsat Tidak ada Paksaan
FOTO: Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Lamudji, SH

SUMENEP, LimaDetik.Com – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sumenep, Jawa Timur menyebutkan adanya kegiatan vaksinasi di Kantor Bersama (KB) Samsat Sumenep merupakan salah satu upaya pihak pemerintah untuk ikut sereta menekan dan memutus penyebaran mata rantai covid-19.

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Lamudji, SH kepada sejumlah awak media menaggapi banyak informasi yang kurang lengkap diterima masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi di Kantor Samsat Sumenep yang dinilai sebagai salah satu syarat untuk membayar pajak kendaraan.

https://limadetik.com/

“Kami ini sifatnya mengimbau kepada masyarakat bagi yang hendak mengurus atau membayar pajak kendaraan bermotor, baik pajak tahunan maupun pajak 5 tahun sekali bagi yang mau melakukan vaksin silahkan” kata AKP Lamudji, SH, Rabu (23/6/2021) krpada awak media.

Menurut Lamudji, pihaknya tidak pernah melarang orang yang hendak mengurus atau membayar pajak ke kantor Samsat untuk tidak dilayani. Sebab vaksinasi di Samsat sifatnya hanya ajakan dan himbauan dan tetap melayani masayarakat yan g hendak membayar pajak kendati tidak ingin divaksin.

“Semuanya tetap kita layani, sekalipun ada yang tidak mau divaksin dengan alasan ada penyakit dan sebagainya, ya tetap dilayani sebagaimana biasanya. Vaksinasi ini sifatnya ajakan dan himbauan pemerintah dan kembali kepada tingkat kesadaran masyarakat kita tidak apa paksaan di kantor Samsat untuk vaksin” terangnya.

Ditanya apakah pelaksanaan vaksinasi di Kantor Samsat sudah terjadwal, Kasat Lantas AKP Lamudji dengan tegas mengatakan hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan vaksin yang sudah beberapa bulan lalu dilaksanakan.

“Di kantor Samsat kita kan hanya menindak lanjuti kegiatan vaksinasi yang sudah berapa bulan ini berjalan, jadi tidak ada jadwal, karena sifatnya kita mengikuti arahan pemerintah untuk ikut serta memutus penyebaran covid-19 saja, khusus nya di Kabupaten Sumenep” ungkapnya.

Disinggung terkait pelaksanaan SIM Online, pihaknya mengatakan masih dalam tahap sosialisasi, karena tiap daerah daya tangkapnya belum tentu sama.

“Dalam proses, sebab kita juga melihat tingkat kemampuan dan jangkaun ke masyarakat kita tidak sama dengan masyarakat di jawa, kita ini ada yang pelosok bahkan ada yang kepulauan. Jadi semuanya kita bertahaplah dan proses” tukasnya.

(yd/swd/ls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan