https://limadetik.com/

Catatan Budaya Yant Kaiy (Bagian II dari 2 Tulisan): Syaf Anton Wr, Seorang Budayawan Kota Keris Sumenep

  • Bagikan
IMG 20191216 WA0098
Budayawan Madura D.Zawawi Imron (tengah) bersama Yant Kaiy dari limadetik.com (kanan)

SUMENEP, limadetik.com — Namanya sudah tidak asing lagi bagi pekerja seni di kota ujung timur Pulau Garam Madura. Terutama para sastrawan dan penyair di tanah air. Syaf Anton Wr. dikenal sebagai sosok yang tetap bergairah di usianya yang sudah tidak muda lagi. Berbagai kegiatan seni sering dimotorinya dengan baik, dan sukses dalam pelaksanaannya. Ini terbukti ketika saya hadir di acara peluncuran antologi puisi En. Hidayat di Gedung PCNU Sumenep, Sabtu (14/12/2019).

Perhelatan seni yang berada di akhir tahun ini sangat meriah. Banyak penyair dan pekerja seni lain yang turut berpartisipasi menyemarakkannya. Saya melihat gedung di lantai II PCNU penuh sesak dengan kaum seniman.

https://limadetik.com/
IMG 20191216 WA0099
Lilik Rosida Irawati (kiri) pemilik penerbit Rumah literasi asumenep bersama Yant Kaiy dari limadetik.com

Saya seolah terbawa pada era tahun 90-an. Di era itu kegiatan temu penyair sering tergelar. Banyak stakeholder yang membackup acara-acara serupa. Jadi begitu mudah dan sangat sering kegiatan berkesenian pada saat itu. Para sponsor pun tanpa diminta turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan.

Endingnya banyak lahir seniman-seniman berdedikasi tinggi yang tidak mudah terseret ke beberapa ranah kepentingan sesaat. Mereka terus fokus pada bidang seninya tanpa mau menoleh lagi. Mereka totalitas merdeka berkarya.

Saya mencatat beberapa nama paling berpengaruh di peta kesusastraan di Kota Keris Sumenep pada saat itu. Ada Hidayat Raharja, Ibnu Hajar, dan Syaf Anton Wr. sendiri. Dan diantara ketiga nama itu yang tetap survive sampai sekarang adalah Syaf Anton Wr.

Usia senjanya tidak lagi membelenggu gairah berkesenian lelaki berambut panjang ini. Saya menggarisbawahi ucapan beberapa orang seniman yang hadir, kalau tidak ada Syaf Anton kegiatan berkesenian kurang spektakuler kehadirannya. Di tangannya perhelatan kesenian menjadi hingar-bingar dengan banyaknya apresiator yang turut hadir. Ya, dia seolah punya magnet cukup kuat.

IMG 20191216 WA0101
Budayawan Madura, M.Faizi (kiri) bersama Yant Kaiy

Beberapa kalangan seniman yang duduk dan baru saya kenal malam itu, juga prihatin dengan jarangnya kegiatan kesenian tergelar di Sumenep. Ada indikasi kurangnya perhatian pemerintah, dalam hal ini Pemkab Sumenep, yang tidak mensupport acara-acara berkesenian lainnya.

Untungnya Syaf Anton Wr. punya istri yang juga totalitas mendukung ajang berkesenian. Adalah Lilik Rosida Irmawati yang sekarang menggawangi penerbit buku Rumah Literasi Sumenep. Beberapa buku sastra telah diluncurkannya. Ini menandakan adanya sinergitas diantara mereka. (Yant Kaiy/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan