https://limadetik.com/

CERPEN: Nasehat Ibu yang Diabaikan

  • Bagikan
doa ibu
foto Ilustrasi

Sumenep, 8 Maret 2020

Limadetik.comOleh: Herdayanti

https://limadetik.com/

Mahasiswi STKIP PGRI Sumenep dan Anggota HIMPASS

Penyesalan akan datang pada permasalahan akhir, penyesalan akan datang ketika kita hanya mementingkan ego, penyesalan akan timbul ketika apa yang menjadi saran atau masukan tidak kita terima dengan baik permasalahan yang tak mungkin kita mampu lalui akan menjadi beban tersendiri didalam diri kita dan yang menjadi acuan adalah masukan, penyesalan akan menghantui ketika apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan apa yang terjadi terutama tidak sejalan dengan rencana-Nya.

Tidak semua apa yang kita lakukan tidak memerlukan masukan dari orang lain karena apa yang kita lakukan tidak terlepas dengan penilaian orang lain, penilaian akan muncul ketika apa yang kamu lakukan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan ibaratkan berbanding terbalik dan hanya akan membuahkan kekecewaan atau penyesalan semata, penyesalan tidak dapat dirasakan dengan percuma namun penyesalan adalah satu hal yang sangat fatal untuk ditemui.

Kita bisa saja bangkit dari penyesalan tersebut namun jika kita tidak berfikir positif akan pentingnya sebuah kebangkitan maka akan percuma, kegagalan dalam hidup itu biasa meskipun berujung penyesalan namun jika ditambah lagi dengan sikap kita yang terlalu mementingkan ego sehingga tidak ada niat untuk bangkit maka akan semakin sulit untukmu dikemudian hari.

Beginilah yang dirasakan salah satu anak remaja ini yang tidak mendengarkan masukan orang lain bahkan kedua orang tuanya pun tak menjadi perihal utama baginya, baginya apa yang dia lakukan adalah hanya untuk kesuksesannya tanpa memikirkan apakah ini benar maupun salah baginya sama saja dengan usaha yang lain untuk mewujudkan perihal apa yang dia inginkan.

Pemuda ini bernama rifki dia adalah salah satu anak dari pengusaha warung kopi yang hasilnya tidak menentu, orang tuanya sangat berkeinginan supaya anaknya ini mampu menjadi orang sukses dikemudian hari, namun itu hanyalah angan semata yang pada akhirnya membuahkan kesedihan tersendiri baginya, rifki adalah anak yang pandai namun akibat keteledorannya membuatnya sangat menyesal sungguh disayangkan.

‘’Rifki.. Apakah hari ini kamu ada urusan lagi nak…?’’ tanya sang ibu. ‘’iyya ibu.. ini udah mau jalan lagi ‘’ timpal rifki seketika.

‘’Sampai kapan kamu akan terus seperti ini nak, apakah kamu tidak pernah memperhatikan dengan apa yang kamu hasilkan selama ini..? tanya ibunya kembali. ‘’Ibu gak usah khawatir insya Allah ini pasti ada hasilnya kok namun masih nunggu waktu yang tepat, soalnya bos aku yang mengatakannya kepadaku.. jadi ibu tenang aja…! ‘’timpalnya kembali menjelaskan perihal perkataan bosnya.

‘’Ibu hanya takut jika nantinya kerja kerasmu terbalas dengan kekewaanmu, waktumu juga terkuras habis tidak ada waktu istirahat, setidaknya kamu waspada nak dengan penipuan yang ada. ‘’ lirih ibunya kepadanya.

‘’Insya Allah semuanya akan berjalan dengan semestinya..!‘’ meyakinkan ibunya. ‘’Rifki,, apakah kamu tidak mau meneruskan usaha warung kopi ini nak, lagipula ini kan juga sudah pasti dan tidak tergantung seperti pekerjaan kamu yang sekarang ini..? ‘’usulan sang ibu.

‘’Bukannya rifki tidak mau bu.. ibukan tau sendiri rifki hanya ingin menjadi desainer kan lumayan bu untuk nanti kehidupan kita biar ibu gak kayak gini lagi.. ‘’ujar rifki dengan sedikit nada tinggi.

‘’Ya sudah terserah kamu aja tapi ingat satu hal nak jika nantinya kamu terus-terusan seperti ini tanpa ada kejelasan ibu tidak mau mendengar penyesalanmu dikemudian hari..!’’cetus ibu rifki. ‘’yakinlah ibu bahwa apa yang rifki lakukan akan sejalan dengan apa yang akan aku tuai nantinya…’’timpalnya kembali.

‘’Ya sudah sebelum kamu berangkat sarapan terlebih dahulu biar kamu kerjanya semangat..!’’ pinta ibunya dengan sedikit senyum. ‘’Rifki masih kenyang ibu, nanti aja kalau aku sudah pulang dari kantor atau aku makan di warung..!’’ jawabnya.

‘’Ya sudah hati-hati dijalan..!’’pinta ibunya kembali. Rifki pun berangkat dari rumah dengan perut kosong dengan membawa sedikit uang disakunya, di pertengahan jalan dia bertemu dengan salah satu teman SD nya dulu orang biasa memanggilnya dengan nama yanto, yanto adalah teman masa kecilnya dulu namun semenjak mereka lulus SMP yanto pun melanjutkan SMA nya di Malaysia, ternyata tanpa mereka sangka-sangka mereka bertemu di jalan dan membahas perihal kerjaannya masing-masing.

‘’Ehh….bro..!’’memanggil yanto dari arah belakang. ‘’ehh.. bro.. dari mana saja kamu kok baru kelihatan.? ‘’ tanya nya kepada Rifki menghampiri ke selatan jalan. ‘’Bagaimana keadaanmu, dan bagaimana juga kerjaan yang tengah kamu rintis selama ini, apakah ada hasil yang maksimal, soalnya yang saya simak selama ini saya belum mendengar kabar bahwa pekerjaan kamu ini sudah berkembang gitu, bahkan aku tak mendengar kabar sama sekali, apakah kamu pindah kerjaan selama setahun terakhir kita bicara ditelfon..? yanto bertanya kembali. ‘’Inilah yang membuatku pusing bro.. sudah 3 tahun lamanya aku bekerja sama dengan perusahaan desainer yang lumayan mempuni tapi entah mengapa sampai saat ini aku baru satu kali mendapatkan honor itupun di luar dari batas sewajarnya..!’’ keluhnya kepada yanto.

‘’Apakah kamu sudah mengeceknya terlebih dahulu, takutnya nanti itu hanya penipuan yang membuat keahlianmu hanya dimanfaatkan sebagai keuntungan semata..!’’ nasehatnya. ‘’Berulang kali sudah kumenanyakan kepada atasanku namun belum ada kejelasan pasti, mungkin belum saatnya untuk itu, aku yakin itu bukan tipuan dan aku juga yakin bahwa saat ini mungkin sudah diperjuangkan tinggal nunggu waktu aja..? ‘’ujarnya kepada yanto dengan sedikit senyum.

‘’Namun apakah itu mungkin, karena yang ku tau saat ini banyak penipuan-penipuan yang merajalela yang mengatasnamakan perusahaan padahal itu bisa saja perusahaan namun sudah di ambang pintu, makanya kemungkinan besar dia hanya memanffaatkan keahlianmu dan hasil dari keahlianmu dikuras habis untuk mengganti biaya kebangkrutan yang dialami perusahaan itu sendiri..!’’cetus temannya dengan lantang.

‘’Aku bukan manusia bodoh yang mudah tertipu, aku memang melihat bahwa teman-temanku yang lain juga bernasib sama denganku. Aku lihat mereka santay-santay aja. Tidak mungkinlah jika terjadi seperti itu..!’’ judes. ‘’ya sudah…! Aku balik duluan ya soalnya masih ada kerjaan ‘’pamit meninggalkan rifki.

Setelah termakan omongan sang teman dan memikirkan kembali apa yang dikatakan sang ibu. Dia pun mencari titik terang untuk mendapatkan teka-teki dari setiap masukan yang diterimanya, dan tidak menunggu waktu lama setelah bekerja beberapa bulan setelah usai pembicaraannya dengan yanto terdengarlah sebuah kabar tentang tempat ia bekerja, dan dekarang terjawablah pertanyaan yang selama ini masukan terus mengalir namun tak direspon sama sekali, tanpa upahdaan waktu terbuang dengan sia-sia yang tanpa hasil membuatnya sangat menyesal karena tidak mau menerima masukan dan tawaran yang telah datang kepadanya.

‘’Sekarang pupuslah harapanku untuk mengubah taraf hidup kita ibu..!’’ ujarnya kepada ibunya, masuk menghampiri ibunya. ‘’apa yang kamu maksud Rifki ibu tidak mengerti..?’’ bingung mlihat keadaan Rifki.

‘’Ternyata benar apa yang telah ibu katakana, ternyata perusahaan itu sudah lama bangkrut dan sekarang sudah tidaka ada harapan lagi, ini adalah kebodohanku yang terlalu ego sehingga tidak memikirkan perihal kedepannya..!’’ celetuknya. ‘’Trus… sekarang kamu mau melakukan apa, apakah kamu akan menuntut hakmu, itu tidak mungkin karena yang ibu ketahui jika perusahaan yang sudah bangkrut maka kemungkinan besar yang punya perusahaan tersebut akan membayar denda kepada pihak bank…!’’ ujar ibu Rifki.

‘’Aku juga gak tau bu, mungkin inilah ganjaran bagi aku yang tidak memikirkan segala masukan dan konsekuensi yang sekiranya aka nada dan tidak terlalu paham akan keadaan yang didepan mata..!’’ lirihnya dengan sedih. ‘’ya sudah lah jangan terlalu larut dalam kesedihanmu bangkit dan mulailah kembali dengan lapang dada dan jangan sampai ini terjad untuk yang kedua kalinya…!’’ujar ibu rifki dengan penuh dukungan. ‘’terima kasih ibu, ini akan menjadi gambaran kecil bagiku bahwa betapa pentingnya sebuah masukan yang ada..!’’ lirihnya dengan pelan.

Inilah yang dirasakan Rifki setelah mendengar kabar yang telah dialami perusahaannya. Ternyata masukan maupun tawaran yang datang kepada kita jangan sampai kita jadikan hanya ibarat rumput yang bergoyang, justu jadikanlah masukan agar kamu mampu mengetahui dan mengerti apa yang sudah adaa didepan mata. Inilah fungsi dari masukan yang tidak mungkin membawamu kepada jurang kehancuran. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan