https://limadetik.com/

Corona Meningkat di Kepulauan, Warga Pagerungan Besar Sapeken Lakukan Tradisi Rokat Bumi

  • Bagikan
Corona Meningkat di Kepulauan, Warga Pagerungan Besar Sapeken Lakukan Tradisi Rokat Bumi
FOTO: Pelepasan perahu kecil ke tengah laut oleh warga Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken

SUMENEP, Limadetik.com – Meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif covid-19, di Kepulauan, puluhan warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, gelar ritual passalamak banua (meminta keselamatan pulau), Minggu (4/7/2021)

Rahman hidayat, Salah satu warga Desa Pagerungan Besar mengungkapkan, ritual passalamak banua (meminta keselamatan pulau) merupakan tradisi turun temurun adat mandar, Dengan simbolis pelepasan sampan kecil kelaut lepas.

https://limadetik.com/

“Ritual ini kami laksanakan sebagai ikhtiar, terhindar dari wabah yang sekarang lagi melanda desa pagerungan besar” katanya.

Corona Meningkat di Kepulauan, Warga Pagerungan Besar Sapeken Lakukan Tradisi Rokat Bumi
FOTO: Sebelum pelepasan perahu kecil ke tengah laut. Warga terlebih dahulu membacakan surar yasin dan sholawat sebagai upaya permohonan kepada Allah SWT.

Di tempat yang sama, Rahman menjelaskan, bahwa ritual ini biasanya digelar setiap akhir tahun, dengan rangakaian, Yasinan, Sholawatan, Manca dan pelepasan sampan kecil yang diyakini akan dijauhkan dari segala bala.

“Biasanya dilaksanakan setiap tahun, Namun sempat tenggelam, Karena disinyalir ada unsur kesiyirikan oleh sebagian tokoh masyarakat. Maka kali ini kita laksanakan sebagai salah satu ikhtiar” ucapnya.

Corona Meningkat di Kepulauan, Warga Pagerungan Besar Sapeken Lakukan Tradisi Rokat Bumi
FOTO: Warga saat bersama sama melepas perahu kecil ke laut sebagai tanda selamatan bumi

Swbagaimana diketahui, penyebaran virus corona di Kabupaten Sumenep, khususnya di kepulauan/kecamatan sapeken cukup mengkhawatirkan dalam beberapa hari ini. Bahkan sejumlah taksian (perahu) desa yang ada telah dilarang untuk melakukan peejalanan ke daratan sapeken.

Akibatnya, arus lalu lintas antar kepulauan terhenti. Keciali untuk kepenting belanja yang dkhususkan, itupun dengan cara ditipkan ketaksian.

(Jrl/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan