Daerah

Dies Natalis ke-2, Komitmen IAI TABAH Mewujudkan Kontinuous Improvement Institusi Menuju Daya Saing Internasional

×

Dies Natalis ke-2, Komitmen IAI TABAH Mewujudkan Kontinuous Improvement Institusi Menuju Daya Saing Internasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20190406 WA0024

LAMONGAN, Limadetik.com – Institusi Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan tahun ini merayakan Dies Natalis yang ke-2. Pada perayaan Dies Natalis kali ini tema Continuous Improvement dipilih menjadi tema utama.

Mengambil tajuk “Continious Improvement”, berbagai kegiatan akedemis maupun non-akademis akan diselenggarakan sebagai wujud peran IAI TABAH dalam kemajuan masyarakat, selain itu kualitas dan kuantitas institusi terus ditingkatkan sebagai wujud keseriusan dan upaya sungguh-sungguh pengelola untuk mewujudkan IAI TABAH sebagai perguruan tinggi berdaya saing internasional.

Memasuki usia ke-2. Panitia Dies Natalis ke-2 Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang telah berlangsung sejak bulan Maret hingga April 2019. Kegiatan tersebut di antaranya; Olimpiade Matematika tingkat SD/MI (18 April 2019), Olimpiade Ekonomi Syari’ah Tingkat SLTA (21 April 2019), Olimpiade Sosiologi Tingkat SLTA (21 April 2019), Olimpiade PAI Se-Jatim.

Selain kegiatan olimpiade Se-Jawa Timur, dilaksanakan juga Musabaqah Hifdzil Qur’an. Lomba Kaligrafi Islami, Festival Al Banjari, dan dimeriahkan dengan kegiatan IAI TABAH Bersholawat bersama Habib Muchsin Al Hamid dari Jember (19 April 2019) yang akan datang.

Dr. Raikhan, Dekan Fakultas Tarbiyah IAI TABAH menuturkan bahwa, perayaan Dies Natalis ke-2 IAI TABAH juga akan dimeriahkan oleh alumni dan mahasiswa yang dikemas dalam acara Seminar Nasional. Dalam acara ini alumni dan mahasiswa IAI TABAH senantiasa diajak untuk berkontribusi bagi kemajuan Bangsa dan Almamater.

“Pastinya kita berharap para alumni dan mahasiswa IAI TABAH bisa berkontribusi demi kemajuan Bangsa dan Negara serta Almamater” ucapnya, Sabtu (6/4/2019).

Dr. Imam Azhar, Rektor IAI TABAH juga menuturkan, Dies natalis merupakan hari bersejarah bagi setiap institusi, khusus bagi IAI TABAH. “Dies Natalis menjadi hari yang istimewa yang menandai momentum penting bagi perkembangan Perguruan Tinggi ini yang sejak kelahirannya tahun 1995 sd 2015 bernama STAIDRA” terangnya.

Selain itu, menurut Rektor yang sangat berhaja ini, tujuan peringatan dies natalis di antaranya untuk mengingatkan civitas akademika IAI TABAH akan upaya sungguh-sungguh dan tulus yang dilakukan para pengelola bahwa ‘kita juga bisa” menjadi perguruan tinggi yang bagus, yang maju, yg komit terhadap kualitas.

“Disamping itu juga, tujuannya adalah untuk mensyukuri apa yang sudah dan selalu diberikan oleh Allah SWT atas segala kemajuan yang diperoleh oleh IAI TABAH. Ini dimaksudkan agar kita tidak terjebak dalam kesombongan dan keangkuhan serta lupa terhadap sang Maha Kuasa. Tegas Dr. Imam Azhar dalam acara rapat pembentukkan panitia Dies Natalis dan Wisuda IAI TABAH 25 Maret 2019 kemarin” terangnya.

Adapun tambah Dr. Imam Azhar. “Harapan-harapan yang dimohonkan kepada Allah SWT dari peringatan dies natalis antara lain, pertama meneguhkan hati akan kecintaan civitas akademika terhadap IAI TABAH, kedua, meningkatnya ghiroh dan semangat seluruh civitas akademika IAI TABAH akan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) baik kuantitas maupun kualitas pada proses dan produk Tri darma perguruan tinggi, ketiga, meningkatkan daya saing  perguruan tinggi” urai Dr. Imam Azhar dengan penuh harap.

Ditambahkannya, tuntutan IAI TABAH makin besar di masa-masa mendatang, mengingat tantangan dunia yang semakin berat. Persoalan Globalisasi dan makin maraknya industri di berbagai wilayah Indonesia, masifnya serbuan Informasi digital, derasnya pengaruh modernitas, aneka hiburan tidak mengubah perilaku tapi pola pikir dan ideologi masyarakat.

“Kompetisi diberbagai lini kehidupan juga makin berat. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, IAI TABAH tidak hanya bertanggung jawab mengawal masyarakat agar senantiasa berada pada ruang sosial yang ideal, tapi juga perlu menyiapkan skill yang handal, sehingga melahirkan sumber daya manusia yang saleh, cakap, dan terampil dalam meniti arus zaman” pungkasnya. (MK.Fatih/DN)