https://limadetik.com/

Ditangkap Karena Narkoba, Mahasiswa Asal Kepulauan Sapeken Angkat Bicara

  • Bagikan
Ditangkap Karena Narkoba, Mahasiswa Asal Kepulauan Sapeken Angkat Bicara
FOTO: Sahrul Hubairi, Ketua Himpass

SUMENEP, LimaDetik.Com – Maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu akhir-akhir ini di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menjadi sebuah keprihatinan sejumlah masyarakat.

Terbaru, ditangkapnya seorang pria bernama Abd.Rahman (33) warga Dusun Dua Desa Tanjung Kiaok Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Jawa Timur karena terlibat pemakaian barang terlarang narkoba jenis sabu-sabu membuat warga masyarakat setempat menjadi terkejut.

https://limadetik.com/

Menyikapi hal tersebut, Sahrul Hubairi, mahasiswa asal Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken yang kini tengah menempuh studi pendidikannya di Kabupaten Sumenep ikut angkat bicara.

Sahrul menilai, penyalahgunaan Narkoba oleh masyarakat Desa Tanjung Kiaok Kecamatan Sapeken, menunjukkan bahwa Narkoba jenis Sabu sudah merebak ke seluruh desa di Kecamatan Sapeken, bahkan menurutnya, ada puluhan warga dari berbagai desa di Kecamatan Sapeken yang menjadi target operasi Polsek setempat.

“Bahkan sebelum Abd. Rahman di bekuk oleh Polsek Kec.aamatan Sapeken juga sudah banyak warga yang di ciduk oleh petugas kepolisian setempat” kata Sahrul pada media, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Gunakan Narkoba, Warga Desa Tanjung Kiaok Dibekuk Polsek Sapeken

Atas ditangkapnya warga Tanjung Kiaok, Sahrul berharap, semoga seluruh pengguna Narkoba di Kecamatan Sapeken sadar, bahwa apa yang selama ini mereka nikmati itu melanggar Norma agama dan menentang hukum Negara.

“Mudah mudahan, dengan ditangkapnya warga Desa Tanjung Kiaok bisa membuat mereka, baik pengguna ataupun pengedar yang sudah ditangkap bisa sadar dan berhenti hingga kembali menjalani hidup yang normal seperti masyarakat biasanya” harapnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass) ini menilai, maraknya pengguna sabu-sabu di Kecamatan Sapeken seharusnya menjadi perhatian khusus Polsek setempat untuk menekan jumlah pengguna Narkoba jenis sabu di Kepulauan.

“Persoalan narkoba ini harus segera disikapi dengan serius oleh Polsek Sapeken, sebab jika tidak diseriusi maka bisa kita pastikan pelakunya akan semakin bertambah” tandasnya.

Sahrul menambahkan, selain Polsek setempat yang terus berupaya untuk meminimalisir penggunaan Sabu-Sabu. Seharusnya seluruh aparatur pemerintahan dari tingkat Kecamatan Sapeken sampai tingkat desa dan seluruh elemen masyarakat terlibat secara langsung dalam memberikan nilai edukasi kepada masyarakat mengenai bahayanya mengosumsi dan menjadi pengedar Narkoba.

“Ini harus menjadi tanggungjawab kita semua sebagai masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, selain Polsek dan Pemerintah Desa masing-masing harus bisa memberikan edukasi bahwa akan bahayanya pemakai narkoba dan pengedarnya” pungkasnya.

(yd/ls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan