https://limadetik.com/

Hari ini, PPDB Jenjang PAUD – SMPN 2021 di Sampang Dibuka Serentak

  • Bagikan
Hari ini, PPDB Jenjang PAUD - SMPN 2021 di Sampang Dibuka Serentak
FOTO: SMPN 1 Sampang Jalan Wijaya Kusuma Keluhan Gunung Sekar Kecamatan/Kabupaten Sampang

SAMPANG, LimaDetik.Com – Pelaksanaan Pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) disemua jenjang mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dinaungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur dibuka hari ini, Senin (21/06/2021) meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Pelaksanaan PPDB PAUD hingga SMP tahun pelajaran 2021/2022 dimulai tanggal 21 hingga 26 Juni 2021 dan pengumuman dilaksanakan tanggal 28 Juni 2021. Sedankan untuk Tahun Ajaran Baru tanggal 12 Juli 2021.

https://limadetik.com/

Ada 2 mekanisme PPDB, melalui Offline (Luar Jaringan) dengan mendatangi langsung sekolah yang dituju dan Online (Dalam Jaringan)

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bidang Pembinaan SMP Drs. M. Bahri MM menjelaskan, bagi pendaftar mandiri secara Online bisa langsung mengunjungi Web Site dengan alamat http://ppdbsampang.com atau bisa dengan bantuan sekolah asal secara kolektif. Mengupload data diri pada tool bar, menyimpan dan mencetak bukti pendaftaran sebagai syarat daftar ulang.

“Kami berharap PPDB berlangsung secara obyektif, transparan dan akuntabel. Dan kami menghimbau, dalam pelaksanaaan PPDB tetap memperhatikan protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19” himbaunya. Senin (21/06/2021).

Untuk jenjang SMP syarat pendaftaran : (1) berusia 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan (2). Telah menyelesaikan kelas 6 SD atau yang sederajat yang dibuktikan dengan Ijzah.

“Ada 4 jalur sistem PPDB : (1). Jalur Zonasi 50% (2). Jalur Afirmasi atau diperuntukkan dari ekonomi tidak mampu 15% (3). Jalur perpindahan tugas orang tua/wali 5% (4). Jalur prestasi 30%.” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Sampang Teguh Suparyanto mengatakan, Untuk formulir pendaftaran yang keluar sudah 333 lembar. Dan itu dibagi 4 hari. Jadi perhari pihaknya mengelola 100 Formulir yang di entry agar tidak menumpuk.

“Ternyata orang tua itu berkasnya dibawa kesini. Meminta tim kami untuk men Online kan. Seharusnya, mereka tinggal masuk ke layanan pendaftaran di alamat .http://ppdbsampang.com Setelah itu diprint tanda bukti diserahkan ke sini. Dan kami tinggal memverifikasi data itu. Menilik permasalahan tersebut , kami menambah komputer dan operator mulai dari verifikasi hingga entry data itu’ ujarnya.

Teguh menambahkan, Pihaknya hanya mendapat jatah 9 Rombel, dan tiap Rombel berisi 32 siswa, jadi jumlah seluruhnya 288 siswa baru.

Hari ini, PPDB Jenjang PAUD - SMPN 2021 di Sampang Dibuka Serentak
FOTO: Kepala Bidang Pembinaan SMP Drs. M. Bahri MM saat dikonfirmasi di ruang kerjanya

Pihaknya sedang memikirkan dan mencari solusi terbaik terkait jalur Afirmasi karena khawatir melebihi quota. Termasuk yang dari PKH dan lainnya. Kalau nanti ternyata kurang, maka sisa quota ke Jalur Zonasi. Begitu pula dengan Jalur Mutasi.

“Saya mempersiapkan segala sesuatunya terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Baik yang positif maupun yang terjelek. Karena sekarang suasana dalam masa pandemi covid-19 ini, maka semua sarana kami penuhi. Termasuk protokol kesehatan yang ketat, serta sarana kegiatan PPDB sendiri. Semua sudah tertata dibeberapa ruang” jelasnya.

Teguh meminta, agar pemilik server tidak usah men-generik agar ketika data itu masuk, maka sudah ada ranking tersendiri. Hal ini demi menghindari asumsi orang yang bermacam-macam.

“Karena ini rentan, kami berusaha untuk menghindari asumsi buruk itu. Kami berupaya untuk berhati-hati, dengan sesekali saya pantau pelaksanaannya demi lancarnya pelaksanaan PPDB” jelasnya.

Ditempat yang sama, Moh. Yanik asal jalan Teuku Umar Sampang mengatakan, alasan mendaftarkan anaknya ke sekolah SMPN 1 Sampang karena dekat dengan tempat tinggalnya.

“Saya ini gaptek mas, mending saya langsung daftarkan anak saya kesini. Mendaftar secara zonasi karena alasan dekat dengan sekolah, dan itu bisa ditempuh dengan jalan kaki” ungkapnya.

Sementara itu, Meysiana asal Perumahan Permata Selong Sampang mengungkapkan, kedatangannya mendampingi buah hatinya untuk mendaftarkan langsung ke sekolah tujuan agar bisa dengan cepat mempersiapkan apa yang dibutuhkan dan bisa memastikan secara langsung.

“Kalau kolektif repot, karena tidak bisa memperbaiki dan menyiapkan kekurangan data yang dibutuhkan. Termasuk tadi saat verfal Soft Copy dan Hard Copy yang tertinggal. Saya khawatir terlambat mengentry. Disini enak dan mudah. Kami merasa terbantu” pungkasnya.

(MDS/YD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan