https://limadetik.com/

Tak Sesuai RAB, MP3.S Ngotot Pekerjaan RSUD Abuya Dihentikan

Penulis: BahriEditor: Lisa
  • Bagikan
Tak Sesuai RAB, MP3.S Ngotot Pekerjaan RSUD Abuya Dihentikan
FOTO: Kadis PRKP Cipta Karya, Moh.Jakfar (kiri) bersama Ketua MP3S, Musahnan (kiri)

SUMENEP, Limadetik.com – Masyarakat Pengamat Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3.S) tetap ngotot pekerjaan pekerjaan mega proyek RSUD Abuya yang menelan anggaran miliaran untuk dihentikan.

Karena dalam pekerjaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), sehingga apabila dipaksakan untuk dikerjakan dikwatirkan pembangunan tersebut tidak bertahan lama.

https://limadetik.com/

Ketua MP3.S Musahnan mengatakan
menindaklanjuti hasil temuan pihaknya meminta agar pekerjaan harus dihentikan samapai bahan yang digunakan sesuai dengan spek.

“Kami meminta pelaksana harus memperbaiki temuan pekerjaan yang tidak sesuai itu. Sebelum ketentuan-ketentuan itu terpenuhi kami selaku MP3 mengaharapkan kegiatan di lapangan itu dihentikan. Jadi kalau mahu diteruskan menunggu perbaikan-perbaikan yang memang menjadi temuan kami kemarin,” tegasnya.

Baca juga: Tuding Pembangunan Rumah Sakit Abuya Tak Sesuai RAB, DPRD Sumenep Ancam Hentikan Pekerjaan

Musahnan membeberkan beberapa temuan di lapangan terkait pelaksanaan mega proyek RSUD Abuya, diantaranya ada besi yang tidak memenuhi syarat, saat pengecoran tidak menggunakan fibrator, pasir tidak memenuhi syarat.

“Ini bagi kami sangat fatal buat konstruksi pembangunan, apalagi untuk pembangunan yang bertingkat, dan pada saat pelaksanaan tidak ada konsultan pengawasnya, ini kan aneh,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Moh. Jakfar mengatakan kalau pekerjaan itu dihentikan, maka tidak akan selesai tepat waktu. Bisa jadi pekerjaan itu akan diserahkan ke Pemda. Karena waktunya sangat mepet terakhir sampai akhir bulan desember.

“Kami menganggap kesalahan dalam pekerjaan itu merupakan hal sepele. Karena cuma masalah bagisting tidak diikat, dan papan nama harus diletakkan di depan. itu kan hal sepele. Masak harus menghentikan pekerjaan,” paparnya.

“Kalau hal-hal kecil tidak perlu, cukup diperbaiki. Karena tidak ada proyek yang sempurna, pasti ada kesalahan-kesalahan kecil, selama pekerjaan tidak fatal tetap dilanjutkan,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan