https://limadetik.com/

Insentif untuk Guru Swasta Tahun 2022 di Kemenag Sumenep Masih Buram

Insentif untuk Guru Swasta Tahun 2022 di Kemenag Sumenep Masih Buram
Foto: Kantor Kemenag Sumenep

LIMADETIK.com, Sumenep – Pencairan dana insentif bagi guru swasta tahun 2022 di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep masih belum jelas, karena harus menunggu kepastian dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sebagai penentu mutlak.

Bahkan, pihak Kemenag Kabupaten Sumenep, Jawa Timur hingga saat ini belum bisa melakukan pendataan atau pemberkasan terkait bantuan bagi guru swasta atau insentif tersebut, karena harus menunggu ketersedian anggaran dari pusat.

https://limadetik.com/

Menurut bagi data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag Sumenep, Joni Susanto, bahwa hingga saat ini pihaknya belum ada permintaan atau informasi dari pusat atas pencairan dana bantuan kesejahteraan bagi guru swasta atau insentif tersebut.

“Sempat memang dibahas ketika ada pertemuan bagian data GTK Kemenag yang digelar di Kabupaten Banyuwangi oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur. Tapi yah, kita kan di bawah ini apa kata pusat. Hanya saja kabarnya sedang dalam penyesuaian anggaran” katanya, Senin (18/7/2022) saat ditemui di tempat kerjanya.

Ditanya ada berapa guru swasta penerima bantuan insentif tahun ini di Kemenag Sumenep, Joni menjelaskan belum tahu secara pasti, sebab hingga saat ini ia belum menerima permintaan dari pusat untuk jumlah calon penerima guru insentif.

“Kalau untuk jumlah calon penerima insetif guru swasta di Kemenag Sumenep pastinya sudah melalui data simpatika. Jadi acuan kita nanti ya dari data yang dimaksud” katanya.

Ia pun berharap, agar seluruh guru swasti penerima bantuan insentif Kemenag Sumenep untuk senantiasa bersabar, sebab pihaknya senantiasa berusaha untuk memberikan kesejahteraan bagi semua guru swasta non sertifikasi.

“Sejauh ini kami selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan , agar para guru swasta Kemenag Sumenep. Namun kita juga harus tahu semua, bahwa lagi-lagi persoalan anggaran pusat yang nentukan” tukasnya.

Tinggalkan Balasan