Scroll Untuk Membaca Artikel
Pemerintah

Jampidum Kabulkan Dua Usulan Restorative Justice Kejari Sumenep

×

Jampidum Kabulkan Dua Usulan Restorative Justice Kejari Sumenep

Sebarkan artikel ini
Jampidum Kabulkan Dua Usulan Restorative Justice Kejari Sumenep
Penyelesain perkara melalui restorative justice di Kantor Kejari Sumenep

Jampidum Kabulkan Dua Usulan Restorative Justice Kejari Sumenep

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep kembalikan tiga orang tersangka kepada keluarganya masing-masing atas perkara penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setelah penghentian perkara melalui restorative justice (RJ) dikabulkan Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Ketiga orang tersebut masing-masing Sutrisno (28) dengan Gitfirus Syarif (29) Warga Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tersangka penganiayaan. Kemudian Moh Husen (26) tersangka pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Warga Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan.

“Penghentian perkara melalui restorative justice dikabulkan Jampidum, dan ketiganya kita serahkan kepada keluarganya masing-masing” kata Kasi Pidum Kejari Sumenep, Hanis Aristya Hermawan, SH.MH, Kamis (5/10/2023).

Menurut Kasi Pidum, penghentian kedua perkara dengan kasus yang berbeda sudah melalui tahapan proses, mulai dari kesepakatan kedua belah pihak yang berperkara, baik penganiayaan warga Talango maupun KDRT warga Prenduan yang dilakukan di rumah restorative Mandhapa Desa Pabian dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Yang kasus penganiayaan warga Talango atas nama pelaku Sutrisno dan korbannya Gitfirus Syarif kita lakukan RJ pada hari Kamis 7 September 2023, dan yang Moh. Husen kasus KDRT kita lakukan RJ pada hari Senin 18 September 2023. Sama-sama di rumah RJ Mandhapa Balai Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep” ungkapnya.

Hanis menjelaskan, hingga bulan Oktober 2023 Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep sudah menyelesaikan 11 perkara melalui restorative justice. Hal ini tentu adalah sebuah capaian yang cukup fantastis, mengingat target yang ditetapkan Kejagung hanya 3 perkara dalam setahun.

“Alhamdulillah Kejari Sumenep terus berupaya menyelesaikan perkara melalui musyawarah bersama atau restorative, sehingga tidak semua perkara diselesaikan melalui persidangan di meja pengadilan, dan itu sesuai arahan bapak Jaksa Agung RI” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat penyerahan ketiga orang yang berperkara dalam dua kasus yang berbeda disaksikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Trimo, SH.MH, Kasi Intel, Moch. Indra Subrata, SH.MH, Kasi Pidum Hanis Aristya Hermawan, SH.MH, Kasi Datun, Slamet Pujiono, SH.MH, Jaksa Teddy Ramous dan keluarga masing-masing berperkara

× How can I help you?