SITUBONDO, Limadetik.com – Warga Dusun Pangabetan Tengah Rt. 02 Rw. 04, Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur saat ini mengeluh kesulitan memasarkan hasil buminya. Pasalnya, jalan utama satu-satunya akses penghubung untuk kegiatan sehari-hari warga setempat, kini sangat rusak parah, badan jalan berlumpur dan licin saat hujan. Jumat, (06/04/2018).
“Dengan kondisi ini, terus terang kami kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian kami,”keluh warga desa setempat tidak mau disebutkan nama.
Miris, ketika media ini mencoba menelusuri kebenaraannya. Memang betul kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan seorang anak perempuan mungil warga desa setempat. Dengan lugunya menceritakan bahwa.
“Saya kalau lewat jembatan tersebut pernah jatuh dan tercebur disana om. Bahkan sampai tiga kali saya jatuh”, ucapnya.
Lanjut anak perempuan mungil itu, saat ditanya tercebur ke sungai, terus apa tindakannya, “Setelah tercebur bersama sepedanya terus saya berenang ke tepi sungai om”. Beruntung anak perempuan mungil tersebut.
Hal itu juga keluhkan warga setempat lainnya bahwa, “Memang pernah mengajukan ke Pemdes Selomukti namun sampai hari ini. Umur saya sudah 50 tahun lebih tidak apa-apa (perbaikan jembatan). Itu semua swadaya desa setempat”, ujarnya.
“Selain jalan rusak, badan jembatan yang menghubungkan dusun ini pun sudah bengkok dan miring”, imbuhnya.
“Kami berharap tahun ini bisa dianggarkan pemerintah karena melihat kondisi, kemungkinan jembatan ini tidak akan bertahan lama lagi”, jelasnya.
Pantauan Tim S-One bersama Komunitas Kadduk (Ka’ajegen Untuk Penduduk) Situbondo kondisi jalan yang buruk tersebut, tidak hanya menjadi kendala untuk mengangkut hasil pertanian, namun juga bagi para siswa yang ingin bersekolah dan harus melewati jembatan itu.
Ironisnya pada saat musim hujan sampai-sampai warga desa setempat khawatir. Karena air sungai tersebut meluap ke rumah warga dan deras sampai-sampai daerah itu terisolir.
Seperti penuturan inisial E (10), salah seorang siswi di daerah itu.
“Saya dan teman teman yang lain setiap pagi harus berangkat ke sekolah biasanya naik sepeda ontel, namun karena medan yang dilalui begitu memprihatinkan, terpaksa kami harus jalan kaki”.
Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Situbondo, Syaiful Bahri, SP angkat bicara, “Perbaikan jalan rusak memang harus menjadi prioritas lantaran terkait dengan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan warga setempat”.
“Kita memaklumi kondisi yang terjadi, tetapi kita tahu sudah cukup lama itu terjadi. Dan seakan Pemerintah Desa menutup mata. Ini sangat disayangkan”, pungkasnya.
Sampai berita ini diterbitkan Kepala Desa Selomukti, Dodit Hariyanto belum bisa dikonfirmasi. (aka/rd)