BONDOWOSO, Limadetik.com – Dalam kunjungan kerja kapolres Bondowoso bulan kemarin,kapolres bondowoso mengaprisisakan permohonan salah satu desa untuk mempunyai sumur Bor,Kapolres Bondowoso, Jawa Timur, AKBP. Taufik Herdiansyah Zaenardi., SIK, S.H. meresmikan sumur bor yang ada di Dusun Seccang, Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo, Rabu 28/3/18.

Penandatanganan prasasti oleh Kapolres, disaksikan Kepala Desa Lumutan, Camat Botolinggo, Kapolsek Botolinggo dan sejumlah masyarakat serta undangan lainnya.
Kapolres Bondowoso, mengungkapkan, bahwa bantuan sumur bor ini, merupakan bakti sosial di jajaran Polres Bondowoso. Karena sejumlah warga Dusun Seccang yang setiap harinya keukurangan air minum.

“Meskipun musim hujan di Dusun tersebut, masih diterpa kekurangan air bersih. Apalagi di musim kemarau,” kata orang nomor satu di Polres Bondowoso.

Menurutnya, dalam musim hujan saja mayoritas penduduk Dusun Seccang menyimpan air dari air hujan yang disimpan untuk dikonsumsi minum dan memasak.

“Air tadah hujan yang disimpannya belum tentu dijamin kebersihannya. Maka dari itu pejabat dan organisasi di Kepolisian Resort Bondowoso mengambil langkah untuk mengurangi krisis air minum di Dusun Seccang untuk membantu dana,” ujarnya.

Seraya menjelaskan, jika dana yang diberikan tersebut, berasal dari RS. Bhayangkara Bondowoso, Bank Jatim cabang Bondowoso dan Ikatan alumni FK UWK Surabaya.
“Dengan adanya bantuan ini, akan menjawab kegelisahan warga Dusun Seccang, agar tidak akan kekurangan air minum lagi ke depannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Lumutan Misjono, mengaku sangat berterima kasih kepada Kapolres Bondowoso, RS Bhayangkara serta Ikatan alumni Fk UWK Surabaya, yang telah sudi mencurahkan baktinya kepada warganya yang selama ini kekurangan air.

“Kapolres telah membuktikan dalam membantu pemerintah untuk mengentas kemiskinan dan desa tertinggal seperti di Dusun Seccang,” ungkap Kades Misjono.
Dari dulu, kata Misjono semenjak sebelum ada bantuan bor air bersih ini, ketika musim kemarau warga menimba air kesungai yang ada mata sumber airnya. Perjalanan warga untuk menimba air di sungai itu,  menempuh perjalanan hingga mencapai 2 km.

“Kalau di musim hujan warga saya menadah air hujan, kemudian disimpan untuk keperluan memasak dan diminum. Dengan bantuan ini saya sangat merasa senang sekali, tidak ada kata warga Dusun Seccang kekurangan air lagi,” katanya, seraya sambil mengimbuhkan, semuga bantuan ini, bermanfaat bagi warganya utamanya Dusun Seccang. (djok/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here