https://limadetik.com/

KDRT Berujung Pidana

Penulis: WahyuEditor: Suwandi
  • Bagikan
KDRT Berujung Pidana
FOTO: Pelaku KDRT di Kepulauan Kangean

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT yang terjadi di Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya akhirnya berujung pidana.

Kasus KDRT tersebut terjadi di Desa Kayuaru, Kecamatan Kangayan,Kabupaten Sumenep yang dilakukan pria bernama Mukhlis Subhan, suami dari inisial AP (32) di dalam rumah korban pada Minggu (12/6/2022) silam sekira jam 12.30 Wib.

https://limadetik.com/

“Istri pelaku inisial AP ini merupakan pegawai Puskesmas Kecamatan Kangayan. di rumah mereka (pelaku dan korban) pada dua bulan yang lalu di Desa Kayuaru, Kecamatan Kangayan” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (11/8/2022).

AKP Widiarti menrinci kronologis kejadian kekerasan dalma rumah tangga tersebut, dimana pada saat itu korban ada di rumahnya dan tersangka MS (suami korban) sedang duduk santai di Gasebo di teras depan rumah milik mereka, lalu disapa oleh korban. Sudah tadi datang dari pos perhutani ya. Sudah makan apa belum.

“Saat ditanya istrinya, tersangka tidak menjawab juga tidak menghiraukan pertayaan korban, lalu tersangka masuk ke dalam rumah dan kemudian menutup pintu depan dan pintu belakang rumahnya, setelah itu tersangka menuju ke dalam kamar tidurnya dan Korban mengikuti dari belakang” ungkap Widi.

Pada saat di dalam kamar tidur lanjut mantan Kapolsek Kota Sumenep itu, terjadi cekcok mulut antara korban dengan tersangka, lalu tersangka keluar dari kamar menuju ruang tamu sambil menarik korban ke luar menuju ruang tamu. Setelah berada di ruang tamu, tersangka langsung memukul korban dengan tangan kirinnya dan mengenai pelipis dan mata korban sebelah kanan.

“Karena korban merasa kesakitan dan kepalanya terasa pusing lalu korban berteriak minta tolong, namun korban tidak bisa kabur dan tidak bisa keluar dari dalam rumahnya karena pintu depan dan pintu belakang rumah sebelumnya dikunci oleh tersangka. kemudian korban berhasil keluar dari dalam rumahnya dengan cara melompat melalui jendela” terngnya.

Ketika korban loncat dari jendela, ada beberapa saksi yang melihat diantaranya, Sawiyah, Jara, Aminah, dan Sri Wahyuni yang ada di halaman depan rumah korban. Namun kesemuanya tidak bisa berbuat apa-apa Krn pintu rumah korban dikunci dari dalam.

“Atas kejadian tersebut korban AP mengalami luka memar di pelipis kanan dan luka bengkak disekitar mata sebelah kanan. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek kangayan, dan pelaku terancama pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) Jo pasal 5 huruf a UU RI NO. 23 tahun 2044, tentang KDRT” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan