https://limadetik.com/

Kejar Target Serapan Vaksin, Satgas Covid-19 Perluas Sasaran Vaksinasi

  • Bagikan
Kejar Target Serapan Vaksin, Satgas Covid-19 Perluas Sasaran Vaksinasi
FOTO: Salah satu warga yang sedang menjalani proses screening di Gerai Vaksin Presisi Jalan Wijaya Kusuma Sampang

SAMPANG, LimaDetik.Com – Tingkat kesadaran masyarakat dalam mensukseskan program vaksinasi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur, masih tergolong rendah yang disebabkan karena termakan berita-berita hoax yang beredar dibeberapa media sosial. Hal itu berdampak kepada rendahnya angka serapan vaksin.

Guna mengejar target serapan vaksin Covid-19, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona Virus Desease (Covid)-19 Sampang bergerak dengan memperluas titik sasaran vaksinasi.

https://limadetik.com/

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiyawan, pencapaian vaksinasi di Kabupaten Sampang saat ini masih rendah, sekitar 5% dari jumlah penduduk yang ada. Sejumlah 52 ribu jiwa masyarakat Sampang yang sudah divaksin.

Pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, target vaksinasi membengkak menjadi 715 ribu jiwa setiap hari dari total jumlah penduduk Kabupaten Sampang yang berkisar 970 ribu jiwa.

“Langkah yang kami ambil kaitan dengan hal tersebut adalah selalu mensosialisasikan dan memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa vaksin ini adalah jalan terbaik untuk segera menyelesaikan masalah Covid-19 ini” ujarnya. Jum’at (16/7/2021).

Secara formal, pihaknya sudah melakukan upaya vaksinasi dengan cara jemput bola. Jajaran Forkopimda Kabupaten Sampang, dalam hal ini Polres Sampang, Kodim 0828, Sampang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang sudah melakukan kerja sama dengan para Kepala Desa untuk melaksanakan vaksinasi.

“Kalau yang Puskesmas itu kan sudah stasioner, pasti setiap hari ada vaksinasi. Membuka gerai-gerai dibeberapa titik itu bagian upaya-upaya yang sudah kita lakukan. Yang terbaru ini kita akan mencoba mendekati beberapa komunitas-komunitas. ASN yang sudah tervaksin mencapai 90%. Namun untuk Guru sekolah swasta banyak yang belum tervaksin” jelasnya.

Hal itu menjadi atensi bagi pihaknya, bagaimana kedepan vaksin Covid-19 menjadi salah satu persyaratan terkait administrasi karena dikhawatirkan mereka yang belum tervaksin akan menjadi biang penyebaran Covid-19.

“Sasaran berikutnya adalah anak-anak sekolah. Dari umur 12-17 tahun, ini yang terbaru. Dari kelas 6 SD hingga SMA. Awalnya hanya menyasar umur 18 tahun keatas” ucapnya.

Yuliadi meyakinkan, cuma dengan 2 hal sebaran Covid-19 bisa diputus.

“Covid-19 ini kuncinya cuma 2 hal, masyarakat taat prokes dengan 5M dan mau divaksin, itu saja kuncinya. Tapi kalau 2 kunci ini masyarakat belum disiplin, dan kesadaran masyarakat berkurang maka akan menghambat terhadap penyelesaian covid-19. Dan satu hal terpenting adalah jangan lupa berdoa” pungkasnya.

(MDS/YD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan