Letupan Senjata TNI AD Menggetarkan Bumi Baturaja Sumatra Selatan

BATURAJA, Limadetik.com – TNI AD gelar latihan gabungan antar kecabangan (Ancab) tahun 2018, dengan menerjunkan ribuan personil prajurit, di wilayah hutan OMIBA, Wilayah Puslatpur Kodiklat Baturaja, Jumat (16/11/2018)

Latihan Antar Kecabangan TNI AD tahun 2018 ini disaksikan Kepala Staf TNI AD Jendral TNI Mulyono, Kodiklat TNI Letjen AM Putranto, Pangkostrad Letjen Andika Perkasa, Irjenad, Seluruh Pangdam, Pejabat Utama TNI AD, Bupati OKU, Bupati OKU Timur, Wabup OKU Selatan, Bupati Way Kanan, Kapolres se OKU Raya dan undangan lainnya. Bertempat di Puslatpur Kodiklat AD, Baturaja, Sumatera Selatan

Saat di konfirmasi awak media Kasad Jendral Mulyono menjelaskan, latihan yang melibatkan semua kecabangan ini untuk melatih Prajurit TNI AD untuk mencapai tingkat profesional di bidang kecabangan masing-masing.

“Dengan adanya latihan ini pimpinan TNI AD ingin mewujudkan prajurit yang disiplin, jago tembak, jago bela diri, jago perang dan memiliki fisik yang prima, maka tuntutan perubahan harus dihadapi dengan peningkatan profesionalisme dan tertib administrasi” kata Kasad Jenderal Mulyono.

Ditambahkan Kasad, latihan ini merupakan akumulasi dari seluruh siklus latihan TNI AD mulai dari tingkat perorangan, tingkat Regu, tingkat Pleton, tingkat Kompi, tingkat Batalyon dan tingkat Brigade. Mulai dari masalah teknis, taktis hingga gladi di lapangan seperti yang kita lihat pada puncak latihan hari ini.

Kasad juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyaksikan bagaimana profesionalisme Prajurit TNI AD. “Rakyat adalah Ibu Kandung TNI”, inilah hasil karya dari anak-anak Ibu/Bapak sekalian itulah pertanggung jawaban TNI AD kepada Bangsa, rakyat Indonesia, apa yang sudah TNI AD lakukan untuk melindungi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia” terang Kasad.

Sekitar 2.500 prajurit yang terbagi brigade tingkat pertempuran yang melaksanakan seperti Brigade Kostrad, dari Brigade 13 Kostrad, dan lainnya. Jadi seluruh alutsista yang canggih sudah dilibatkan dan dihadirkan. Kedepan, sebutnya, menjadi bahan evaluasi seperti apa manuver brigade, serta bagaimana doktrin kedepan dalam mengoperasikan alutsista yang ada. Serta bagaimana dari karakter senjata tersebut. Jadi prajurit bisa merasakan dan sekaligus mengevaluasi dalam latihan kedepan.

“Tujuannya profesonal prajurit dari evaluasi latihan yang sudah dilakukan. Tidak hanya kemampuan personil infanteri, tapi didukung dengan berbagai alutsista yang dimiliki TNI. Jadi seluruhnya tampil secara fisik dan kualitas,” tukasnya.

Dikatakan, sudah dilengkapi dengan kemampuan operasional alutsista. Sekarang alutsista sudah lengkap dan bisa digunakan dengan baik. Ini terlihat dari kemampuan alutsista yang bisa menembak, dengan kemampuan alat canggih dan presisi yang bagus. Karena kalau latihan sebelumnya bisa jadi belum maksimal.

“Tidak ada rekayasa. Ini betul betul operasi pengendalian. Latihan dilakukan dengan geladi, dan komando, sehingga semua bermanuver secara baik” tegasnya.

Latihan kali ini, sebutnya, murni dilakukan brigade. Seperti brigade infanteri, brigade raider, dan didukung satuan satuan lainnya. Satuan tank bermanuver, melakukan dukungan melakukan perebutan sasaran.

latihan juga ditujukan untuk kepada masyarakat. “Masyarakat bisa menyaksikan bagaimana profesionalisme prajurit TNI AD,” tutupnya. (fikri/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here