SUMENEP, limadetik.com — Nasib naas yang dialami seorang bocah asal Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Bocah yang diketahui bernama Afdan Sakuron ditemukan mengapung di kolam renang Taman Wisata Tirta Sumekar (TSI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur saat ditinggal kedua orang tuanya untuk beli tiket.

Berdasarkan keterangan salah satu pengunjung yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan bahwa kejadian yang sempat menghebohkan warga Sumenep ini berlangsung sekira pukul 12.00 Wib, Senin (10/6/2019), dimana saat itu sang bocah tiba-tiba ditemukan mengapung di kolam renang TSI dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi karena lepas dari pengawasan.

“Sebelum kedua orang tuanya selesai beli tiket, si bocah yang semula bersama kedua orang tuanya lepas dari pengawasan keluarga (orang tua, red). Sontak saja keluarga korban terkejut setelah mendapatkan anak mereka mengapung di kolam renang, dan saat dievakuasi ternyata sudah tidak bernyawa lagi” katanya pada media ini.

Terkait hal itu, Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan bahwa sekitar pukul 12.00 wib korban beserta keluarganya tiba di tempat wisata TSI Desa Torbeng Kecamata Batuan Sumenep dengan menggunakan mobil pick up, selanjutnya menuju tempat tiket masuk.

“Saat orang tua korban dan rombongan lainnya tiba di lokasi (TSI, red) mereka langsung saja membeli tiket masuk. Tapi si bocah ini, korban langsung masuk ke dalam tempat kolam renang dengan melepas baju dan langsung masuk ke kolam renang dewasa.” jelasnya.

AKP Widiarti menambahkan, ketika itu posisi kedua orang tua dan keluarganya masih berada di seputaran tempat tiket masuk dan pada saat keluarga akan menuju masuk dan melihat tempat lain yang berada di TSI dari keluarga telah mencari korban namun tidak ada di tempat. Sehingga semua keluarga mencari keberadaan korban dan tiba–tiba korban ditemukan tenggelam dengan kondisi mulut berbusa oleh pamannya sendiri.

“Ketika korban sudah ditemukan mengapung  langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Batuan untuk mendapatkan perawatan medis namun sudah tidak bisa tertolong lagi, dan diprediksi nyawa sang bocah sudah tidak ada saat ditemukan pertama” imbuh mantan Kapolsek Kota Sumenep ini. (yd/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here