Opini

Maraknya Degradasi Moral di Kalangan Remaja : Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Dasar Karakter Generasi Millenial

×

Maraknya Degradasi Moral di Kalangan Remaja : Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Dasar Karakter Generasi Millenial

Sebarkan artikel ini
Maraknya Degradasi Moral di Kalangan Remaja : Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Dasar Karakter Generasi Millenial
Najya Salsabila Firdasari

Maraknya Degradasi Moral di Kalangan Remaja : Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Dasar Karakter Generasi Millenial

Oleh : Najya Salsabila Firdasari
Program Studi: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Fakultas: Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik
Universitas Negeri Yogyakarta

______________________________

OPINI – Maraknya degradasi moral remaja di masa sekarang ini sangat memprihatinkan. Indonesia dikenal negara yang sangat indah, ramah, dan bermoral. Namun, terjadinya tawuran pelajar, bullying, seks bebas, pelecehan seksual, narkoba, kasus korupsi, perampokan, pembunuhan, dan lain sebagainya yang membuat anggapan bahwa negara ini negara yang bermoral langsung sirna seketika. Inilah yang dinamakan degradasi moral.

Degradasi moral kini terjadi di berbagai lini Masyarakat, salah satunya yang sering terjadi pada sektor remaja. Generasi muda memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu bangsa, karena disanalah nasib dan cita-cita bangsa akan digantungkan. Tetapi pada kenyataannya sekarang ini, banyak remaja kita di Indonesia yang bersikap amoral dan jauh dari nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Pada kondisi ini, pendidikan kewarganegaraan menjalankan peran yang sangat signifikan dalam membentuk dan menguatkan karakter generasi milenial, terutama di tengah maraknya degradasi moral di kalangan remaja saat ini.

Di era digital yang serba cepat dan bebas ini, remaja menghadapi berbagai tantangan moral, seperti paparan konten negative di media sosial, kebebasan mengakses berbagai media, pergeseran nilai-nilai tradisional, dan pengaruh budaya asing yang telah menjadi kebiasaan di kalangan remaja masa kini.

Kondisi ini membuat Pendidikan Kewarganegaraan menjadi lebih relevan sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya mengajarkan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga tentang pentingnya etika, integritas, toleransi, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

Dalam konteks degradasi moral, Pendidikan Kewarganegaraan dapat berfungsi sebagai benteng dan pegangan yang memperkuat karakter remaja, membekali mereka dengan landasan moral yang kokoh untuk menghadapi berbagai godaan, rintangan dan tantangan yang ada saat ini.

Namun, agar Pendidikan Kewarganegaraan bisa tereliasasikan dengan efektif, pendekatannya harus lebih dari sekadar penyampaian teori. Pendidikan karakter melalui Pendidikan Kewarganegaraan harus melibatkan praktik nyata, seperti partisipasi dalam kegiatan sosial, diskusi kritis tentang isu-isu moral, dan simulasi situasi yang menuntut pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan. Ini akan membantu remaja dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dukungan dari lingkungan, seperti keluarga, teman maupun komunitas, sangat penting untuk memperkuat dan memperdalam apa yang sudah diajarkan di sekolah. Sinergi antara pendidikan di sekolah dan di lingkungan keluarga akan memastikan bahwa nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan terinternalisasi dengan baik dalam diri remaja.

Secara keseluruhan, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi fondasi dan pedoman yang kuat bagi remaja masa kini untuk membentuk generasi milenial yang tidak hanya cerdas dan kritis, tetapi juga bermoral dan beretika.

Di tengah tantangan degradasi moral ini, Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu alat yang paling efektif untuk memastikan dan membuktikan bahwa generasi muda kita bisa tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, bermoral, beretika, dan berintegritas, sekaligus siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai positif yang mereka pegang teguh sebagai pegangan untuk menjadi generasi muda yang unggul.