Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi.

SUMENEP, Limadetik.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meminta masyarakat waspada. Pasalnya, dari 27 kecamatan yang secara administrasi berada di Sumekar, 5 kecamatan ditengarai rawan longsor.

Lima kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Rubaru, Guluk-Guluk, Ganding, Pragaan dan Kecamatan Gapura.

“Jadi masyarakat khususnya yang ada di lima kecamatan itu untuk waspada,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Jum’at (19/01/2017).

Dari itu, warga perlu mengenali ciri-ciri bencana longsor. Potensi meluasnya bencana longsor disebabkan anomali cuaca, dengan curah hujan tinggi, dan perubahan struktur tanah.

“Berdadarkan BMKG Kalianget, intesitas hujan mulai Februari hingga Maret masih tinggi. Jadi kemungkinan bertambah rawan longsor masih bertambah,” terangnya.

Sebenarnya, sambung Rahmad Riadi tidak hanya bencana longsor yang perlu diwaspadai. Terjadinya bencana puting beliung maupun banjir harus tetap diwaspadai, khususnya daerah rawan bencana.

“Guna menanggulangi, kami membentuk posko darurat bencana 24 jam. Apabila ada laporan longsor, puting beliung, dan banjir rob langsung bergerak cepat,” ucapnya.

Potensi terjadi puting beliung, dan banjir rob kerap terjadi di wilayah, seperti Marengan Laok dan Kalimook, Kecamatan Kalianget. Sehingga, ia berharap masyarakat selalu waspada, meski bencana banjir rob hanya terjadi waktu bulan purnama. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here