SITUBONDO, Limadetik.com — Menjelang diselenggarakannya pesta demokrasi antusiasme masyarakat Indonesia riyuh gemuruh dalam menyambut pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Pemilu yang digelar secara serentak melibatkan Pilpres, Pileg (DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota) serta DPD pada 17 april 19 mendatang.

Melalui pemilihan umum rakyat akan menentukan sosok seorang pemimpin yang akan memimpin Negara Indonesia selama 5 tahun ke depan, hal ini menunjukkan bahwa masa depan suatu Negara akan ditentukan oleh hak suara dari rakyat. Disisi lain banyak kalangan ataupun kelompok yang tidak mau ketinggalan untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu. Seperti halnya Partai Politik, Ormas, OKP dll.

Beberapa informasi yang terhimpun mengenai pemilu serentak khususnya dengan banyaknya calon yang mendaftarkan diri sebagai anggota legislatif baik pusat, provinsi hingga daerah ternyata masih banyak memunculkan keluh kesah yang disampaikan oleh rakyat sejauh ini. Sebagai upaya dalam memudahkan pilihan, pihak penyelenggara memberikan kesempatan masa kampanye kepada seluruh calon untuk memperkenalkan diri dalam rangka menyampaikan visi misi maupun program yang akan dikerjakan selama menjabat nantinya jika terpilih.

Berbicara politik, menentukan keyakinan dan hak pilih yang berbeda-beda dari setiap individu merupakan hal yang wajar terjadi dalam negara demokrasi selama tidak merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indonesia dengan berbagai keberagaman suku, ras, agama dan budaya tidak harus terpecah belah hanya karena beda pilihan, akan tetapi bagaimana perbedaan ini mampu menjadi pondasi yang kuat untuk tetap menjaga NKRI.

Ketua Cabang PMII Situbondo Moh Nur Fadil Menanggapi berbagai isu yang beredar menjelang hari H terkait penyalahgunaan lembaga untuk kepentingan kelompok merupakan perbuatan yang sangat tidak layak dilakukan oleh oknum, karena hal tersebut dapat merugikan dan merusak Marwah lembaga tersebut.

“Saya ingi menegaskan bahwasanya PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang lahir sebagai lembaga independen tidak pernah melakukan seruan ataupun ajakan kepada seluruh kalangan untuk memihak pada satu calon. Jadi PMII Cabang Situbondo memastikan tidak pernah melakukan seruan dan ajakan terhadap salah satu calon yang ada” kata nya, Selasa (9/4/2019).

Dirinya menambahkan, mengenai berita yang diterbitkan oleh jawarapost.com melalui media online yang memuat tulisan eko pengurus LSM Siti Jenar pada tanggal 6 April 2019 kemarin tentang adanya tulisan “jaringan PMII” sangat disayangkan dan merusak marwah organisasi PMII.

“Secara kelembagaan saya tidak terima marwah organisasi PMII dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan kepada saudara Eko dalam waktu 2×24 jam harus meminta maaf secara kelembagaan dan mengklarifikasi terkait tulisannya. Jika tidak ada respon yang dilakukan oleh saudara Eko sesuai waktu yang telah ditentukan maka akan ditindak lanjuti melalui proses hukum” tegas Moh. Nur Fadil kepada wartawan limadetik.com.

Ditambahkan nya, PMII Situbondo senantiasa berada di tengah dan tidak akan pernah melakukan seruan ataupun ajakan terhadap salah satu pasangam Capres dan Capres yang saat ini berkompetisi. (zhr/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here